PERENCANAAN PENAMBAHAN BOW THRUSTER YANG SESUAI PADA KAPAL FERRY RORO 500 GT DI PT. DUMAS SURABAYA

Arina, Dayana (2015) PERENCANAAN PENAMBAHAN BOW THRUSTER YANG SESUAI PADA KAPAL FERRY RORO 500 GT DI PT. DUMAS SURABAYA. Diploma thesis, POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Bow thruster adalah suatu alat pendorong yang dipasang pada kapal-kapal tertentu untuk membantu maneuver kapal. Pada saat maneuver dilakukan, posisi kapal amatlah sulit untuk melakukan arah gerak yang diameternya efisien. Sehingga dibutuhkan alat pendorong ini agar diameter maneuver kapal dapat diperkecil yang menghasilkan efisiensi putaran monouver yang besar. Unit pendorong tersebut terdiri dari suatu propeller atau baling baling yang berada dalam satu terowongan (tunnel) pada bagian melintang kapal dan dilengkapi dengan suatu alat bantu seperti motor hidrolik atau elektrik. Untuk menenentukan daya dorong dan menentukan letak posisi Bow Thruster yang akan dipasang maka harus melihat dari beberapa factor yaitu salah satunya tahanan kapal sebagaimana hambatan tersebut akan diperhitungkan sehingga dapat diketahui besar daya yang dibutuhkan Bow Thruster itu sendiri. Prosedur penyelesaian direncanakan dari desain awal gambar kapal yang direncanakan akan dipasang bow thruster melalui software Maxsurf dan Rhinoceros agar dapat diketahui posisi Bow Thruster dari Baseline dan titik AP. Setelah melakukan perhitungan dan pertimbangan pemilihan bow thruster yang sesuai, maka kapal Ferry RoRo 500 GT membutuhkan bow thruster Brunvoll AS FU 37 dengan kebutuhan daya maksimal 250 kW. Bow thruster dipasang pada frame 71 hingga 73 dengan jarak 600 mm dari baseline. Dengan adanya penambahan bow thruster pada kapal membuat adanya perubahan pada konstruksi di daerah frame tersebut. Kata kunci : Bow Thruster, Tunnel Thruster, Kapal Feri ABSTRACT Bow thruster is a device driver that is installed on certain ships to help maneuver the vessel. At the time of maneuvers carried out, the ship's position is very difficult to conduct efficient diameter direction of motion. So that the driving tool is needed in order to maneuver the vessel diameter can be reduced which results in a large maneuver round efficiency. The driving unit consists of a propeller or propeller blades are in one tunnel in the transverse vessel and are equipped with a tool such as a hydraulic or electric motors. For determining thrust and determine the location of the position that will be installed Bow Thruster then have to look at several factors namely one ship resistance as the barriers will be taken into account so that it can be seen much power is needed Bow Thruster itself. The procedure is planned completion of the preliminary design drawings the ship is planned to be installed bow thruster through Maxsurf and Rhinoceros software in order to know the position Bow Thruster of Baseline and point AP. After doing the calculations and considerations bow thruster appropriate selection, then Ferry RoRo ships of 500 GT requires a bow thruster Brunvoll AS FU 37 with a maximum power requirement of 250 kW. Bow thruster mounted on the frame 71 to 73 with a distance of 600 mm from baseline. With the add ition of bow thrusters on ships, it gives any changes in the construction around the area of the frame. Keywords: Bow Thruster, Tunnel Thruster, Ferry

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Jurusan Teknik Bangunan Kapal > Teknik Perancangan dan Kontruksi Kapal
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 25 Aug 2018 04:16
Last Modified: 25 Aug 2018 04:16
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/99

Actions (login required)

View Item View Item