PERHITUNGAN BILL OF QUANTITY (BQ) KONSTRUKSI TAMBAHAN DAN LIFE SAVING APPLIANCE (LSA) PADA KONVERSI KAPAL LANDING CRAFT TANK (LCT) X MENJADI KAPAL MOTOR PENYEBERANGAN (KMP)

Puspitasari, Irene Shinta (2017) PERHITUNGAN BILL OF QUANTITY (BQ) KONSTRUKSI TAMBAHAN DAN LIFE SAVING APPLIANCE (LSA) PADA KONVERSI KAPAL LANDING CRAFT TANK (LCT) X MENJADI KAPAL MOTOR PENYEBERANGAN (KMP). Diploma thesis, POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Kapal Landing Craft Tank (LCT) adalah kapal yang didesain untuk mengangkut tank dan alat tempur lainnya pada masa perang dunia II. akan tetapi dengan seiringnya perkembangan jaman kapal LCT beralihfungsi menjadi KMP dikarenakan kebutuhan pendistribusian yang semakin tinggi sementara jumlah KMP tidak dapat mencukupi kebutuhan pendistribusian tersebut. Tetapi, Dirjen Perhubungan Laut mengeluarkan Surat Keputusan Republik Indonesia No. SK 885/AP.005/DRJD/2015 tentang larangan penggunaan LCT sebagai angkutan penyeberangan pada tanggal 15 Maret 2015. Didalam Surat Keputusan itu menyatakan bahwa LCT hanya boleh beroperasi sampai tanggal 8 Mei 2015 dan pada tanggal 9 Mei 2015 kapal LCT tidak boleh lagi beropersi sebagai angkutan penyeberangan. Dikarenakan jumlah kebutuhan meningkat sementara jumlah KMP tidak mencukupi untuk melakukan pelayanan pendistribusian dan membangun satu KMP di Indonesia dibutuhkan 35 miliyar dengan waktu setahun serta apabila membeli kapal bekas KMP dari luar negeri seharga 28 miliyar dengan waktu 6 bulan untuk mengurus pergantian bendera dan surat ijin lainnya, maka pihak Gadasdap (Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan) membuat solusi dengan mengkonversi kapal LCT menjadi Kapal Motor Penyeberangan (KMP). Dengan melakukan konversi kapal maka sistem dan perlengkapan yang dibutuhkan juga berbeda mengikuti kapal yang akan dikonversikan. Seperti kebutuhan peralatan keselamatan kapal pada kapal LCT dan KMP sangatlah berbeda. Kebutuhan peralatan keselamatan pada kapal LCT tidaklah begitu banyak diperlukan karena kapal tersebut merupakan kapal untuk mengangkut alat berat sementara KMP merupakan jenis kapal penumpang sehingga membutuhkan peralatan keselamatan jauh lebih banyak dikarenakan mengangkut benda hidup. Selain itu konstruksinya pun ikut bertambah akibat dari pengkonversian kapal yaitu sebesar 252880 kg. Setelah mengetahui jumlah tambahan pelat kontruksi dan peralatan keselamatan (LSA) maka dapat diketahui biaya yang dikeluarkan untuk sistem keselamatan kapal dan kontruksi kapal yakni sebesar Rp. 910.058.000,-. Kata Kunci : LCT, KMP, konversi kapal, LSA. ABSTRACT Landing Craft Tank (LCT) is a ship designed to transport tanks and other combat equipment during World War II. But with the development of the ship age LCT switching function becomes KMP due to the need for higher distribution while the number of KMP can not meet the needs of the distribution. However, the Directorate General of Sea Transportation issued a Decree of the Republic of Indonesia No. SK 885 / AP.005 / DRJD / 2015 concerning the prohibition on the use of LCT as a ferry transport on March 15, 2015. In the Decree it states that LCT may only operate until May 8, 2015 and on May 9, 2015 LCT ships shall no longer operate As a ferry transport. As the number of needs increases while the number of KMP is insufficient to conduct distribution services and build one KMP in Indonesia it takes 35 milliyar with one year time and when purchasing aboard KMP ship from abroad for 28 milliyar with 6 months time to take care of the change of flag and other permit, Then the Gadasdap (National Association of Rivers Transporters, Lakes, and Crossings) made the solution by converting LCT ships into Ferryworers (KMP). By converting the ship, the system and equipment needed also differ according to the vessel to be converted. As the need for ship safety equipment on LCT and KMP vessels is very different. Need for safety equipment on LCT ships is not so much needed because the vessel is a ship to transport heavy equipment while KMP is a type of passenger ship that requires much more safety equipment due to transporting living objects. In addition, the construction also increased due to the conversion of the ship that is equal to 252880 kg. After knowing the additional amount of construction plate and safety equipment (LSA) hence can be known cost incurred for ship safety system and ship construction that is equal to Rp. 910.058.000, -. Keywords : LCT, KMP, ship conversion, LSA.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Jurusan Teknik Bangunan Kapal > Teknik Perancangan dan Kontruksi Kapal
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 19 Sep 2018 03:33
Last Modified: 19 Sep 2018 03:33
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/925

Actions (login required)

View Item View Item