ANALISA BREAK EVEN POINT (BEP) PADA GANTRY CRANE DI PT ADILUHUNG SARANASEGARA INDONESIA

Gamal, Dicky Rayyan (2017) ANALISA BREAK EVEN POINT (BEP) PADA GANTRY CRANE DI PT ADILUHUNG SARANASEGARA INDONESIA. Diploma thesis, POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Pada PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mempunyai Mobile Crane untuk mempermudah, mempercepat proses produksi, namun dengan investasi biaya untuk pembelian Gantry Crane tentunya juga akan mempengaruhi biaya akuntasi pemasukan pada PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia. Investasi pada pembelian Gantry Crane tersebut dapat ditentukan jumlah produksi yang harus dicapai beberapa tahun investasi yang dikeluarkan PT.Adiluhung Saranasegara sehingga agar mencapai Break even point dan tidak mengalami kerugian dengan pengeluaran penyewaan Mobile Crane tersebut juga di perhitungkan untuk pembanding. Investasi untuk pembelian Gantry Crane akan dihitung sampai mulai dari modal awal sampai umur fasilitas dengan mesin sebelumnya yaitu Mobile Crane sehingga didapatkan Break Even Point (BEP). Perhitungan Break Even Point (BEP) ini akan berpengaruh apabila PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia melakukan Pengeluaran membeli Gantry Crane dan menyewa Mobile Crane. Dari hasil perhitungan break even point antara Gantry Crane dan Mobile Crane tersebut didapatkan dengan nilai 56 unit produksi pertahun untuk mencapai titik impas dari dua alternatif tersebut. Sehingga diagram break event poin menunjukan apabila PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia menargetkan produksi lebih dari 56 sebaiknya perusahaan menggunakan Mobile Crane, namun apabila PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia menargetkan produksi kurang dari 56 unit maka sebaiknya menggunakan Gantry Crane Kata kunci: Break Even point , gantry crane, mobile crane, investasi . ABSTRACT PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia in the last few years has Mobile Crane to simplify, speed up the production process, but with investment cost for purchasing Gantry Crane of course also will influence the cost of accounting earnings at PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia. Investment in the purchase of Gantry Crane can be determined the amount of production that must be achieved several years of investment issued PT.Adiluhung Saranasegara so that to reach the Break even point and do not experience losses by the lease of Mobile Crane rental is also in the calculation for comparison. Investment for the purchase of Gantry Crane will be calculated until starting from the initial capital until the age of the facility with the previous machine that is Mobile Crane to get Break Even Point (BEP). Break Even Point calculation (BEP) will affect if PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia makes Expenditures to buy Gantry Crane and rent Mobile Crane. From the calculation of break even point between Gantry Crane and Mobile Crane was obtained with the value of 56 units of production per year to break even from the two alternatives. So the event break event diagram shows when PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia targets to produce more than 56 companies using Mobile Crane, but if PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia targets production of less than 56 units so it is better to use Gantry Crane Keywords: Break Even point, gantry crane, mobile crane, investment..

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Jurusan Teknik Bangunan Kapal > Teknik Perancangan dan Kontruksi Kapal
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 19 Sep 2018 03:23
Last Modified: 19 Sep 2018 03:23
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/921

Actions (login required)

View Item View Item