MODIFIKASI GELADAK AKIBAT PENAMBAHAN BEBAN HELIKOPTER PADA KAPAL AT 117 M

Zakiyah, Zakiyah (2017) MODIFIKASI GELADAK AKIBAT PENAMBAHAN BEBAN HELIKOPTER PADA KAPAL AT 117 M. Diploma thesis, POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Kapal AT 117 M adalah salah satu kapal milik TNI Angkatan Laut. Kapal AT 117 M merupakan kapal yang memiliki desain khusus sebagai kapal angkut tank milik TNI, salah satunya pada bagian geladak belakang yang digunakan sebagai tempat landas helikopter. Terdapat kemungkinan, geladak tersebut mendapatkan beban yang lebih besar dari pada beban rancang awal. Di dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kuantitatif mengenai perhitungan kekuatan konstruksi dan kebutuhan material dari geladak Kapal AT 117 M. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, dimana berat helikopter yang digunakan lebih besar dari pada berat helikopter awal yakni 11 ton dari berat awal 9,35 ton. Data primer yang diperoleh dalam penelitian ini berbentuk kuantitatif yang akan diolah dengan menggunakan analisis data statistik inferensial. Hasil dari modifikasi tersebut didapatkan ukuran konstruksi yang lebih besar dari pada konstruksi semula. Setelah dilakukan proses nesting, maka area pelat yang terpakai sebesar 86,468%, pelat sisa yang masih bisa digunakan sebesar 8,808%, dan pelat sisa yang tidak bisa digunakan sebesar 4,724% dari total 102 pelat. Sedangkan dalam proses cutting, profil yang terpakai sebesar 98,151% dan sisanya sebesar 1,849% dari total 48 buah sepanjang 12 meter per buah. Maka berdasarkan perhitungan, dapat disimpulkan bahwa perhitungan konstruksi modifikasi akibat penambahan beban helikopter sesuai dan memenuhi peraturan BKI. Kata kunci: cutting, geladak, helikopter, modifikasi, nesting. ABSTRACT AT ship 117 M is one of the ship owned by Indonesian navy. This ship has a special design as a transport ship for tanks owned by Indonesian army, one of them on the back deck used to helicopter landing. There's a possibility that those deck are being overloaded during the initial design phase. In this research, the author are doing a quantitative research about the calculation of structural strength and material requirements of AT 117 deck. The method that's being used in this research is the experimental method where the weight of the helicopter is heavier than the one that's being used before, 11 ton compared with initial weight of 9,35 ton. Primary data that's being obtained from this research is a quantitative data that'll be used with data analysis statistical inferential. The result of such a modification is a larger structural construction size than the initial structural size. After the meeting process finished, the area that's being used is 86,478%, the remaining area that can still be used is 8,808%, and the remaining area that cannot be used is 4,724% from the total of 102 structural components. While in the cutting process, the profile used is 98,151% and the remaining profile is 1,849% from a total of 48 components, each of them measuring 12 meter. So, according to the calculation, it can be concluded that the modified construction calculation that's caused by an additional weight from a helicopter is acceptable and still being inside a permittable level of BKI rules. Keywords: cutting, deck, helicopter, modification, nesting.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Jurusan Teknik Bangunan Kapal > Teknik Perancangan dan Kontruksi Kapal
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 19 Sep 2018 03:13
Last Modified: 19 Sep 2018 03:13
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/916

Actions (login required)

View Item View Item