ANALISIS PENGARUH KUAT ARUS DAN INTERPASS TEMPERATURE PADA PROSES OVERLAY FCAW SA 240 TP 304 DENGAN FILLER METAL DSS 2209 TERHADAP STRUKTUR MIKRO, KEKERASAN, DAN LAJU KOROSI

Nandhika, Yahya (2026) ANALISIS PENGARUH KUAT ARUS DAN INTERPASS TEMPERATURE PADA PROSES OVERLAY FCAW SA 240 TP 304 DENGAN FILLER METAL DSS 2209 TERHADAP STRUKTUR MIKRO, KEKERASAN, DAN LAJU KOROSI. Diploma thesis, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.

[img] Text
0722040097 - Yahya Nandhika - Analisis Pengaruh Kuat Arus dan _i_Interpass Temperature__i_ pada Proses _i_Overlay__i_ FCAW SA 240 TP 304 dengan _i_Filler Metal__i_ DSS 2209 terhadap Struktur Mikro, Kekerasan, dan Laju Korosi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Stainless steel banyak digunakan di industri karena memiliki ketahanan korosi yang baik, namun pada kondisi lingkungan tertentu ketahanan tersebut dapat menurun. Salah satu metode untuk meningkatkan ketahanan korosi adalah overlay. Parameter yang perlu diperhatikan dalam proses ini adalah kuat arus dan interpass temperature karena dapat memengaruhi sifat mekanik dan struktur mikro hasil pengelasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kuat arus dan interpass temperature pada pengelasan overlay FCAW menggunakan filler metal DSS 2209 terhadap struktur mikro, kekerasan, dan laju korosi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, yaitu memberikan kuat arus dan interpass temperature sebagai variabel bebas untuk mengamati perubahan struktur mikro, kekerasan, dan laju korosi sebagai variabel terikat. Eksperimen dilakukan menggunakan 9 test coupon berukuran 150 mm. Proses pengelasan menggunakan metode FCAW dengan filler metal E2209, variasi kuat arus 140A, 180A, dan 220A serta variasi interpass 150°C, 250°C, dan tanpa interpass. Pengujian meliputi struktur mikro menggunakan metallurgical microscope, kekerasan menggunakan vickers hardness, dan laju korosi menggunakan sel tiga elektroda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peningkatan kuat arus dan penurunan interpass temperature meningkatkan pembentukan ferrite dan austenite skunder pada weld metal. Nilai kekerasan tertinggi diperoleh spesimen C1 sebesar 257,44 HV. Analisis ANOVA menunjukkan bahwa interaksi antara kuat arus dan interpass temperature tidak berpengaruh signifikan terhadap kekerasan (p=0,056>0,05; R2=0,834) dan laju korosi terendah 0,04908 mm/year. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi kuat arus 220A dan interpasss temperature 150°C menghasilkan karakteristik hasil overlay yang lebih baik, nilai kekerasan tertinggi, serta laju korosi terendah dibandingkan dengan variasi parameter lainya. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan industri serta referensi penelitian selanjutnya

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Overlay,Kuat Arus, Interpass Temperature, Duplex Stainless Steel, Laju Korosi
Subjects: TL - Teknik Pengelasan > Pengelasan (Welding)
Divisions: Jurusan Teknik Bangunan Kapal > D4 Teknik Pengelasan
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 28 Sep 2026 04:00
Last Modified: 28 Sep 2026 04:00
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/8423

Actions (login required)

View Item View Item