Nitro, Hayyu Kirana Nala (2026) KARAKTERISASI DAN EVALUASI RISIKO EKOLOGIS MIKROPLASTIK PADA FASE AIR DAN LUMPUR TINJA SURABAYA MENGGUNAKAN SPEKTROSKOPI FTIR DAN PENDEKATAN INDEKS EKOLOGI. Diploma thesis, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.
|
Text
1022040103 - Hayyu Kirana Nala Nitro - Karakterisasi dan Evaluasi Risiko Ekologis Mikroplastik Pada Fase Air dan Lumpur Tinja Surabaya Menggunakan Spektroskopi FTIR dan Pendekatan Indeks Ekologi.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Mikroplastik diklasifikasikan sebagai polutan emergen yang bersifat persisten, resisten terhadap degradasi, dan memiliki kemampuan dispersi tinggi pada fase cair maupun padat dalam sistem pengolahan air limbah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelimpahan, sifat morfologi, komposisi polimer, keanekaragaman, serta tingkat risiko ekologis mikroplastik pada fase air dan fase lumpur di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan mikroplastik meningkat progresif dari inlet black water (26 partikel) menuju inlet grey water (49 partikel), outlet black water (58 partikel), hingga sludge multi disk screw press (98 partikel), dengan warna hitam dan bentuk fragmen mendominasi seluruh titik sampling. Identifikasi melalui spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR) mengonfirmasi enam jenis polimer dominan, yaitu polyisobutylene, polyaramid (Kevlar®), polyphenylene sulfide (PPS) serta PTFE, polyacrylamide, PET, dan polimer terdegradasi, dengan polyisobutylene mendominasi kedua titik inlet sementara polyaramid (Kevlar®) mendominasi outlet dan sludge. Nilai Shannon Wiener Diversity Index (SWDI) dan Simpson Diversity Index (SDI) menunjukkan tren peningkatan keanekaragaman yang konsisten dari inlet menuju sludge pada seluruh parameter (bentuk, ukuran, warna, dan polimer), dengan nilai tertinggi pada sludge SWDI bernilai 1,379 serta SDI 0,488, mengindikasikan heterogenitas karakteristik partikel yang meningkat seiring proses akumulasi. Evaluasi risiko ekologis melalui Pollution Load Index (PLI) menghasilkan nilai komposit 1,99 di kategorikan tercemar rendah, sementara Hazard Index (HI) pada seluruh unit berkisar 150,47- 621,75 dan secara konsisten berada pada kategori sangat tinggi, dengan nilai tertinggi pada outlet black water akibat dominasi polyaramid (Kevlar®). Disparitas antara pola risiko berbasis kelimpahan dan komposisi kimiawi polimer ini mengindikasikan adanya risiko tersembunyi yang perlu dipertimbangkan dalam praktik pemanfaatan kembali air olahan dan sludge IPLT.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mikroplastik, Spektroskopi FTIR, Indeks keanekaragaman, Hazard Index, Instalasi pengolahan lumpur tinja |
| Subjects: | PL - Teknik Pengolahan Limbah > Analisa limbah padat |
| Divisions: | Jurusan Teknik Permesinan Kapal > D4 Teknik Keselamatan dan Kesehatan kerja |
| Depositing User: | Unnamed user with email repository@ppns.ac.id |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 07:47 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 07:47 |
| URI: | http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/8253 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
