Putra, Hendra Awali (2026) PERANCANGAN PROSEDUR TANGGAP DARURAT PAPARAN GAS H2S DARI FASILITAS PRODUKSI HINGGA PERMUKIMAN BERDASARKAN SIMULASI DISPERSI DAN PENDEKATAN ICS PT PERTAMINA EP SUKOWATI FIELD. Masters thesis, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.
|
Text
0524050005 - Hendra Awali Putra - Perancangan Prosedur Tanggap Darurat Paparan Gas H2s dari Fasilitas Produksi Hingga Permukiman Berdasarkan Simulasi Dispersi dan Pendekatan Ics Pt Pertamina Ep Sukowati _i_Field__i_.pdf Download (4MB) |
Abstract
Pelepasan gas hidrogen sulfida (H₂S) merupakan salah satu bahaya kritis pada fasilitas produksi minyak dan gas bumi karena sifatnya yang sangat beracun dan berpotensi memberikan dampak terhadap pekerja, fasilitas, lingkungan, serta masyarakat di sekitar area operasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prosedur tanggap darurat terhadap paparan gas H₂S di Central Processing Area (CPA) PT Pertamina EP Sukowati Field dengan mengintegrasikan identifikasi dan penilaian risiko, simulasi dispersi gas, serta pendekatan Incident Command System (ICS). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang didukung oleh analisis kuantitatif. Metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) digunakan untuk mengidentifikasi dan menilai fasilitas produksi dengan tingkat risiko tertinggi. Simulasi dispersi gas H₂S dilakukan menggunakan perangkat lunak PHAST (Process Hazard Analysis Software Tool) dengan mempertimbangkan beberapa skenario kebocoran dan kondisi meteorologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa three-phase separator merupakan fasilitas produksi dengan tingkat risiko tertinggi terhadap potensi pelepasan gas H₂S. Data historis Leak Detection Report periode 2020–2024 juga menunjukkan adanya kejadian kebocoran yang berulang, sehingga memperkuat bahwa pelepasan gas H₂S merupakan risiko operasional yang signifikan. Hasil simulasi PHAST menunjukkan bahwa dispersi gas H₂S dapat mencapai sekitar 300 meter pada skenario kebocoran medium dan sekitar 560 meter pada skenario full bore, dengan potensi mencapai wilayah permukiman di sekitar fasilitas. Berdasarkan hasil simulasi tersebut, ditentukan titik kumpul aman yang berada di luar zona bahaya dengan mempertimbangkan jarak aman, aksesibilitas evakuasi, dan kapasitas lokasi. Selanjutnya, prosedur tanggap darurat dirancang dengan mengintegrasikan hasil HIRADC, simulasi dispersi, dan struktur komando berbasis ICS yang mencakup deteksi, aktivasi alarm, komunikasi, evakuasi, penanganan keadaan darurat, serta koordinasi dengan pihak eksternal. Prosedur yang dirancang diharapkan dapat menjadi dasar peningkatan kesiapsiagaan tanggap darurat dan meminimalkan potensi dampak pelepasan gas H₂S terhadap pekerja dan masyarakat sekitar
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Dispersi H2S, Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC), Incident Command System (ICS), |
| Subjects: | K3 - Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja > Identifikasi Bahaya dan Manajemen Risiko (Hazard Identification and Risk Management) |
| Divisions: | S2 Teknik Keselamatan dan Resiko |
| Depositing User: | Unnamed user with email repository@ppns.ac.id |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 08:08 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 08:08 |
| URI: | http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/8139 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
