PENGARUH VARIASI METODE BLASTING DAN MATERIAL ABRASIF TERHADAP ADHESI DAN LAJU KOROSI EPOXY MULTI-LAYER PADA BAJA ASTM A36

Bayhaqi, Faizal (2026) PENGARUH VARIASI METODE BLASTING DAN MATERIAL ABRASIF TERHADAP ADHESI DAN LAJU KOROSI EPOXY MULTI-LAYER PADA BAJA ASTM A36. Diploma thesis, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.

[img] Text
0722040024 - Faizal Bayhaqi - Pengaruh Variasi Metode _i_Blasting__i_ dan Material Abrasif terhadap Adhesi dan Laju Korosi _i_Epoxy Multi-Layer__i_ pada Baja Astm A3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Baja ASTM A36 banyak digunakan pada industri maritim namun rentan terhadap korosi sehingga memerlukan sistem coating epoxy multi-lapis sebagai pelindung, yang performanya sangat dipengaruhi oleh kualitas persiapan permukaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi metode blasting (dry dan wet sandblasting) serta jenis material abrasif (pasir silika dan pasir volcano) terhadap kekuatan adhesi dan laju korosi sistem coating epoxy multi-lapis pada baja ASTM A36. Penelitian dilakukan melalui eksperimen laboratorium dengan desain faktorial menggunakan variasi metode blasting dan jenis material abrasif. Kekuatan adhesi diuji menggunakan metode pull-off test (ASTM D4541), sedangkan laju korosi diuji menggunakan metode kehilangan berat (weight loss) melalui perendaman dalam larutan NaCl 3,5% selama 336 jam (14 hari) mengacu pada ASTM G31/NACE TM0169-21. Hasil menunjukkan bahwa metode blasting merupakan faktor dominan yang berpengaruh signifikan terhadap nilai adhesi dan laju korosi, sedangkan interaksi antara metode blasting dan jenis material abrasif tidak berpengaruh signifikan. Spesimen dengan metode wet sandblasting material abrasif pasir silika dan pasir volcano (B1 dan B2) memiliki rata-rata kekuatan adhesi yang lebih tinggi, yaitu B1 sebesar 9,66 MPa dan B2 sebesar 7,51 MPa. Sebaliknya, spesimen dengan metode dry sandblasting material abrasif pasir silika dan pasir volcano (A1 dan A2) mencatat nilai rata-rata adhesi yang lebih rendah, yaitu A1 sebesar 5,36 MPa dan A2 sebesar 6,15 MPa. Hasil pengujian laju korosi menunjukkan bahwa laju korosi terendah terdapat pada spesimen dry sandblasting material abrasif pasir volcano (A2.2) sebesar 0,01292 mm/tahun, sementara laju korosi tertinggi terdapat pada spesimen wet blasting material abrasive pasir volcano (B2.2) sebesar 0,02583 mm/tahun. Dapat disimpulkan bahwa metode blasting menjadi faktor utama penentu performa adhesi dan ketahanan korosi coating dibandingkan jenis material abrasif. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan kontruksi khususnya di bidang maritim

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: ASTM A36, kekuatan adhesi, laju korosi, Multi Layer Coating, Sandblasting
Subjects: TL - Teknik Pengelasan > Pengelasan (Welding)
Divisions: Jurusan Teknik Bangunan Kapal > D4 Teknik Pengelasan
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 08 Sep 2026 07:57
Last Modified: 08 Sep 2026 07:57
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/8036

Actions (login required)

View Item View Item