PENGARUH GANGGUAN OTOT RANGKA AKIBAT KERJA, KELELAHAN KERJA, DAN KUALITAS TIDUR TERHADAP STRES KERJA PADA PEKERJA DIVISI TEKNIS DAN NONTEKNIS DI PERUSAHAAN EPC

Anggraini, Yunita (2026) PENGARUH GANGGUAN OTOT RANGKA AKIBAT KERJA, KELELAHAN KERJA, DAN KUALITAS TIDUR TERHADAP STRES KERJA PADA PEKERJA DIVISI TEKNIS DAN NONTEKNIS DI PERUSAHAAN EPC. Diploma thesis, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.

[img] Text
0522040063 - Yunita Anggraini - Pengaruh Gangguan Otot Rangka Akibat Kerja (GOTRAK), Kelelahan Kerja, dan Kualitas Tidur terhadap Stres Kerja pada Pekerja Divisi Teknis dan Nonteknis di Perusahaan EPC.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Perusahaan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) memiliki tuntutan fisik dan mental yang dapat memicu gangguan otot rangka akibat kerja (GOTRAK), kelelahan kerja, penurunan kualitas tidur, dan stres kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh GOTRAK, kelelahan kerja, dan kualitas tidur terhadap stres kerja secara individual dan serentak, serta menganalisis perbedaan kondisi pekerja teknis dan nonteknis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif-verifikatif. Sampel penelitian berjumlah 93 pekerja yang terdiri atas 65 pekerja teknis dan 28 pekerja nonteknis yang dipilih menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner GOTRAK berdasarkan SNI 9011:2021, Industrial Fatigue Research Committee (IFRC), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21). Analisis data menggunakan Independent Samples t-Test dan regresi logistik ordinal. Hasil pengujian individual menunjukkan bahwa GOTRAK berpengaruh signifikan terhadap stres kerja dengan p-value sebesar 0,025 dan Exp(B) sebesar 1,233. Kelelahan kerja juga berpengaruh signifikan dengan p-value sebesar 0,003 dan Exp(B) sebesar 1,045, sedangkan kualitas tidur tidak berpengaruh signifikan dengan p-value sebesar 0,204 dan Exp(B) sebesar 1,131. Model yang memuat GOTRAK, kelelahan kerja, dan kualitas tidur secara serentak signifikan dengan p- value sebesar 0,009 dan nilai Nagelkerke Pseudo R-Square sebesar 0,126. Hasil uji beda menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kelelahan kerja dan kualitas tidur antara pekerja teknis dan nonteknis, sedangkan GOTRAK dan stres kerja tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Pengendalian bahaya ergonomi dan kelelahan kerja perlu menjadi prioritas, disertai pemeliharaan kualitas tidur sebagai bagian dari proses pemulihan pekerja

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: GOTRAK, kelelahan kerja, kualitas tidur, regresi logistik ordinal, stres kerja.
Subjects: K3 - Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja > Identifikasi Bahaya dan Manajemen Risiko (Hazard Identification and Risk Management)
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 08 Sep 2026 03:28
Last Modified: 08 Sep 2026 03:28
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/8002

Actions (login required)

View Item View Item