Virginia, Massayu Anasfasya Putri (2026) STRATEGI PERAWATAN PREVENTIF PADA MESIN UNLOADING JAGUNG (TILTING RA6) BERBASIS RCM II DAN ANALISIS BIAYA MENGGUNAKAN LIFE CYCLE COST DI PERUSAHAAN PAKAN TERNAK. Diploma thesis, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.
|
Text
0522040078 - Massayu Anasfasya Putri Virginia - Strategi Perawatan Preventif pada Mesin _i_Unloading__i_ Jagung (_i_Tilting__i_ RA6) Berbasis RCM II dan Analisis Biaya Menggunakan _i_Life Cycle Cost__i_ di Perusahaan Pakan T.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Mesin bongkar muat jagung merupakan peralatan hidrolik yang berperan penting dalam proses penerimaan bahan baku di industri pakan ternak. Kegagalan komponen dapat menyebabkan waktu henti, meningkatkan biaya pemeliharaan, serta menimbulkan risiko keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi failure mode, menentukan prioritas risiko, menyusun strategi preventive maintenance, serta mengevaluasi biaya perawatan berdasarkan rekomendasi interval preventive maintenance menggunakan metode Life Cycle Cost (LCC). Metode yang digunakan meliputi Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Diagram Pareto, Reliability Centered Maintenance II (RCM II), dan LCC. Hasil FMEA mengidentifikasi 56 failure mode dari 28 komponen dengan total Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 1.481 pada komponen overload relay. Analisis RCM II menghasilkan rekomendasi scheduled on-condition task pada 15 komponen, scheduled restoration task pada 14 komponen, dan scheduled discard task pada 13 komponen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa failure mode dengan nilai RPN tertinggi tidak selalu memiliki interval preventive maintenance paling pendek karena interval perawatan ditentukan berdasarkan karakteristik kegagalan, konsekuensi kegagalan, dan tingkat keandalan komponen. Analisis LCC menunjukkan bahwa failure mode silinder hidrolis tersumbat menghasilkan nilai Net Present Value (NPV) tertinggi sebesar Rp2.739.635.914,17, sedangkan failure mode seal robek menghasilkan nilai NPV terendah sebesar Rp604.135.375,02. Perbedaan nilai tersebut dipengaruhi oleh akumulasi Recurring Cost yang terdiri atas biaya tenaga kerja, biaya operasional, biaya suku cadang, dan biaya preventive maintenance berdasarkan frekuensi interval perawatan hasil analisis RCM II. Integrasi FMEA, RCM II, dan LCC dapat menjadi dasar penentuan prioritas risiko, penyusunan strategi preventive maintenance, serta analisis biaya perawatan selama sisa umur operasional peralatan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | FMEA, RCM II, preventive maintenance, Life Cycle Cost (LCC), Net Present Value (NPV) |
| Subjects: | K3 - Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja > Ergonomi Industri dan dan Kehandalan Manusia (Industrial Ergonomic and Human Reability) |
| Divisions: | Jurusan Teknik Permesinan Kapal > D4 Teknik Keselamatan dan Kesehatan kerja |
| Depositing User: | Unnamed user with email repository@ppns.ac.id |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 07:16 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 07:16 |
| URI: | http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/7853 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
