BELA, KELVIN APRILIANDA (2026) ANALISIS PENGARUH UKURAN GAP DAN JENIS KAMPUH PADA PROSES PENGELASAN SMAW-FCAW BEDA KETEBALAN (UNEQUAL THICKNESS) POSISI 6GR TERHADAP RADIOGRAPHY TEST, SIFAT MEKANIK, DAN STRUKTUR MIKRO. Diploma thesis, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.
|
Text
0722040105 - Kelvin Aprilianda Bela - Analisis Pengaruh Ukuran _i_Gap__i_ dan Jenis Kampuh pada Proses Pengelasan SMAW-FCAW Beda Ketebalan (_i_Unequal Thickness__i_) Posisi 6GR terhadap _i_Radiography Test__i_, Sifat Mekanik.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Posisi 6GR merupakan posisi pengelasan pada sambungan T, Y, dan K yang banyak diaplikasikan pada struktur lepas pantai. Namun posisi ini sering memicu repair pada bagian root weld yang umumnya diakibatkan oleh desain joint yang sulit dan ketidaktepatan proses fit-up sehingga mengakibatkan lack of root penetration. Penerapan root gap dan taper transition mampu mempengaruhi hasil penembusan, sedangkan penerapan desain kampuh mampu menentukan akses busur las dan aliran logam cair menuju akar sambungan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh ukuran gap 3 mm, 4 mm dan jenis kampuh single bevel, kampuh J pada proses pengelasan SMAW-FCAW beda ketebalan (unequal thickness) posisi 6GR terhadap radiography test, sifat mekanik, dan struktur mikro. Hasil pengujian radiografi menunjukkan bahwa variasi ukuran root gap 4 mm tidak menunjukkan adanya cacat internal, sedangkan pada variasi root gap 3 mm terdeteksi cacat berupa slag inclusion. Pengaruh variasi gap dan jenis kampuh pada uji statistik menggunakan metode Two-Way ANOVA menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan terhadap nilai kekuatan tarik, karena seluruh spesimen uji mengalami patah pada daerah base metal. Hasil uji bending menunjukkan bahwa jumlah indikasi open discontinuity pada variasi gap 3 mm lebih banyak dibandingkan pada variasi gap 4 mm, namun seluruh spesimen uji masih memenuhi kriteria keberterimaan berdasarkan AWS D1.1, dengan ukuran open discontinuity yang tidak melebihi batas maksimum 3 mm. Hasil pengamatan makro menunjukkan bahwa variasi kampuh J menghasilkan nilai rata-rata area HAZ paling luas yaitu 29,7 mm² dan 35,4 mm². Hasil pengujian struktur mikro menunjukkan perbedaan sebaran fasa ferrite, pearlite dan acicular ferrite pada daerah HAZ dan weld metal akibat peningkatan heat input.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Posisi 6GR, Gap, Jenis Kampuh, Beda Ketebalan |
| Subjects: | TL - Teknik Pengelasan > Pengelasan (Welding) |
| Divisions: | Jurusan Teknik Bangunan Kapal > D4 Teknik Pengelasan |
| Depositing User: | Unnamed user with email repository@ppns.ac.id |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 02:40 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 02:40 |
| URI: | http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/7830 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
