ANALISA KERUSAKAN IMPELLER POMPA SEA WATER AKIBAT ADANYA KAVITASI

Faizin, M.I mamul (2016) ANALISA KERUSAKAN IMPELLER POMPA SEA WATER AKIBAT ADANYA KAVITASI. Diploma thesis, POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Pompa adalah mesin atau peralatan mekanis yang digunakan untuk menaikkan cairan dari dataran rendah ke dataran tinggi atau untuk mengalirkan cairan dari daerah bertekanan rendah ke daerah bertekanan tinggi, dan juga sebagai penguat laju aliran pada suatu sistem perpipaan. Hal ini dicapai dengan membuat suatu tekanan yang rendah pada sisi masuk atau suction dan tekanan yang tinggi pada sisi keluar atau discharge dari pompa. Studi ini sangat penting dilakukan karena peralatan yang dijadikan ob yek penelitian ini adalah pompa sea water, peralatan ini sangat penting dalam kapal KM.VERIZON karena berfungsi sebagai sistem pendingin air laut. jika pompa sea water mengalami kerusakan maka akan menggangu sistem pendingin engine kapal. Metode penelitian dilakukan dengan cara melakukan pengambilan data , perhitungan dan analisa. Perhitungan yang dianalisa adalah NPSHA dan NPSHR, hasil perhitungan akan dibandingkan dengan teori jika NPSHA > NPSHR maka pompa tidak mengalami kavitasi jika NPSHA < NPSHR maka dipastikan pompa tersebut mengalami kavitasi. Pada perhitungan NPSH Yang Tersedia (NPSHA) sebesar 4,471 m dan NPSH Yang Diperlukan (NPSHR) sebesar 5,616 m. Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai NPSHA < NPSHR sehingga kerusakan im peller terjadi karena kavitasi. Setelah melakukan desain ulang pada pipa hisap pompa dan diperbesar diameter pipa , yang sebelum desain panjang pipa isap 3,83 m kemudian diperpendek menjadi 2,22 m. Dari desain ulang tersebut nilai NPSHA menjadi sebesar 6,292 m, sehingga memenuhi syarat agar pompa tidak mengalami kavitasi. Kata Kunci: Kavitasi, KM.VERIZON, NPSHA, NPSHR dan Pompa Sea Water. ABSTRACT The pump is a machine or mechanical equipment used to raise the liquid from the lowlands to highlands or to drain fluid from the low pressure area to a high pressure area, as well as regulating the flow rate in a piping system. This is achieved by creating a low pressure at the inlets or the suction and high pressure at the exit or discharge from the pump. This study is very important because the equipment that made object of this study was pump sea water, this equipment is very deep KM.VERIZON ship because it serves as a seawater cooling system. If the sea water pumps is damaged it will the ship engine cooling system. Methods of research conducted by data collection, calculation and analysis. Calculation analyzed were NPSHA dan NPSHR, the results will be compared with theoritical calculations if NPSHA> NPSHR the pump did not experience cavitation. If the NPSHA < NPSHR then certainly the experience cavitations pumps. In the calculation NPSH Available (NPSHA) 4,471 m and in the calculation NPSH Requaired (NPSHR) 5,616 m. From the calculation results show that value of NPSHA< NPSHR so that damage occorred because the impeller cavitation.after doing a redisign of the suction pipe, after doing a redesign of the pump suction pipe and pipe diameter enlarged, that before long the design of the suction pipe 3,83 m later shortened to 2,22 m. The redisign of the NPSHA value amounted 6,292 m. Thus meeting the requirements for pumps not experience cavitation. Key words : Cavitation, KM.VERIZON, NPSHA, NPSHR and Pump Sea Water.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Jurusan Teknik Permesinan Kapal > Teknik Permesinan Kapal
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 14 Sep 2018 05:36
Last Modified: 14 Sep 2018 05:36
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/719

Actions (login required)

View Item View Item