Analisa Pengaruh Misalignment Terhadap Longlife Bearing Pada Pesawat Bantu

Nugraha, Yosafat Pandu (2016) Analisa Pengaruh Misalignment Terhadap Longlife Bearing Pada Pesawat Bantu. Diploma thesis, POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Analisa ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gejala misalignment pada pesawat bantu terhadap longlife bearing, hal ini dapat dilakukan dengan cara pengetesan vibrasi dengan menggunakan alat B&Kvibro test 60 dari Jerman. Pengambilan data vibrasi dilaksanakan secara 3 tahap dengan kondisi (Normal/Alignment, kondisi Misalignment 1,2) dengan jarak interval 10 menit. Analisa ini berupa getaran pesawat ( ) dan spectrum( Hz ) pada titik pengukuran yang akan dimasukan kedalam standart vibrasi (ISO 10816) umtuk mengetahui tingkat limit getaran yang diperbolehkan dan ki ta dapat membuat suatu predictive maintenance pesawat (bearing) berdasarkan nilai getaran persatuan waktu Spectrum vibrasi dapat menjelaskan suatu gejala kerusakan dalam pesawat, dalam pengecekan ini dikhususkan pada kerusakan bearing untuk mengetahui umur bearing atau longlife bearing sehingga dapat diprediksi kapan akan terjadi kerusakan (bearing) sebelum kerusakan yang sebenarnya terjadi, sehingga dapat dilakukan perawatan pada bearing tersebut dan tidak merusak komponen pesawat yang lain. Kerusakan bearing dapat diketahui dengan menganalisa spectrum vibrasi percobaan, hal ini bisa dilakukan dengan mengetahui frekuensi komponen bearing yang sebelumnya kita melakukan perhitungan frekuensi berdasarkan data - data dari spek bearing dimana akan ditemukan nilai frekuensi (BPFI = Innerrace freakuensi ( frekuensi pada lintasan dalam), BPFO = Outerrace Frekuensi ( frekuensi pada lintasan dalam), BFS = Ball spin Frekuensi ( frekuensi pada putaran bola bearing), FTF = Find Train Cage Frekuensi) ( frekuensi pada wadah bola bearing) Dari nilai Freq bearing diperoleh nilai BPFI = Innerrace freakuensi (frekuensi pada lintasan dalam = 98.628 Hz), BPFO = Outerrace Frekuensi (frekuensi pada lintasan dalam = 61. 232 Hz), BFS = Ball spin Frekuensi (frekuensi pada putaran bola bearing = 40.29 Hz), FTF = Find Train Cage Frekuensi ( frekuensi pada wadah bola bearing = 7.672 Hz ) dan hasil longlife bearing yang didapat dari spectrum dititik 2 terjadi kerusakan di BFS dan BPFO kurun waktu 4 jam lagi bearing itu diganti dan di titik 3 kerusakan terjadi pada FTF yang kurun waktu 311.11 jam lagi harus diganti Kata kunci : Bearing, Bearing Defect, Bruel & Kjaer Vibrotest 60 Jerman, Longlife, Misalignment, Predictive Maintenance, Spectrum Vibrasi, Vibrasi, Vibration Standards and Acceptance Limits ISO 10816, ABSTRACT This analysis aims to know how the symptoms of misalignment on the auxiliary aircraft against longlife bearing, this can be done by means of vibration testing by using the tool B&Kvibro; test 60 from Germany. Vibration data retrieval is implemented in 3 phases with the conditions (Normal/Alignment, Misalignment conditions 1.2) with an interval of 10 minutes. This form of analysis tremor aircraft (m/s) and spectrum (mm/s > < Hz) at the point of measurement that will be incorporated into the standard vibratio n (ISO 10816) umtuk find out the level of vibration limit allowed and we can create a predictive maintenance of airplane (bearing) based on the value of the vibration of unity of time Vibrational spectrum may explain a symptom of damage to the plane, in the checking of this devoted to damage bearings to know age bearing or bearing longlife so unpredictable when it will crash (bearing) before the actual damage occurs, so that the treatment can be done on the bearing and does not damage the other aircraft components. Bearing damage can be known through analyzing the vibration spectrum experiment, this can be done by knowing the frequency components bearing the earlier we do calculations based on frequency of the bearing where the spec will be found the value of frequency (BPFI = Innerrace freakuensi (frequency on trajectory in), BPFO = Outerrace Frequency (frequency on trajectory), BFS = Ball spin frequency (the frequency on the round ball bearing), the FTF = Find Train Frequency Cage) (frequency of ball bearings on the containers) Of the value of acquired value bearing BPFI Freq = Innerrace freakuensi (frequency on trajectory in = 98,628 Hz) = BPFO Outerrace Frequency (frequency on trajectory in = 61.232 Hz), BFS = Ball spin frequency (the frequency on the round ball bearings = 40.29 Hz) FTF = Find Train Cage frequency (a frequency on a container of ball bearings = 7,672 Hz) and the results obtained from the bearing longlife spectrum emphasis 2 crash in the BFS and BPFO span of 4 hours longer bearing it replaced and in point 3 of the damage occurred at FTF the span of 311.11 more hours should be replaced Keywords: Bearing, Bearing Defects, Bruel Kjaer & Vibrotest 60 Germany, Longlife, Misalignment, Predictive Maintenance, Vibration Spectrum, Vibration, Vibration Standards and Acceptance Limits of ISO 10816,

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Jurusan Teknik Permesinan Kapal > Teknik Permesinan Kapal
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 14 Sep 2018 05:34
Last Modified: 14 Sep 2018 05:34
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/718

Actions (login required)

View Item View Item