STUDI PEMANFAATAN LUMPUR PUPUK HAYATI SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI PASIR DALAM PEMBUATAN BATAKO (Studi Kasus : PT. X)

Sulifani, Anggie Sugeng (2016) STUDI PEMANFAATAN LUMPUR PUPUK HAYATI SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI PASIR DALAM PEMBUATAN BATAKO (Studi Kasus : PT. X). Diploma thesis, POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK PT. X adalah salah satu perusahaan yang memproduksi berbagai macam jenis pestisida dan produk hayati. Produk hayati PT X adalah pupuk dengan kandungan utamanya berupa bakteri penambat N bebas tanpa bersimbiosis dan mikroba pelarut P. Dalam proses produksinya pupuk hayati ini menghasilkan lumpur yang berasal dari endapan debu pupuk yang ditangkap oleh dust collector. Potensi lumpur pupuk hayati sebesar 1500 kg lumpur per minggunya. Penelitian ini bertujuan untuk pemanfaatan lumpur pupuk hayati sebagai subtitusi pengganti pasir dalam proses pembuatan batako berkualitas sesuai dengan SNI 03-0349-1989, sehingga dapat membantu perusahaan menangani limbah lumpur tersebut dan mengurangi biaya untuk pengolahan limbah ke pihak ketiga. Penelitian pemanfaatan lumpur pupuk hayati ini dilakukan sebagai subtitusi pembuatan batako dengan memvariasikan komposisi agregat halus ( lumpur pupuk hayati : pasir). Komposisi lumpur pupuk hayati terhadap pasir adalah 0:100, 15:85, 30:70, 45:55, 60:40 (% volume), dengan waktu curing 28 hari. Pengujian yang dilakukan antara lain pengujian kuat tekan, pengujian resapan air dan pengujian TCLP (Toxicity Characteristik Leaching Procedur). Untuk pengujian TCLP dilakukan pada sample yang memiliki nilai kuat tekan paling tinggi. Hasil penelitian kuat tekan batako didapatkan nilai kuat tekan optimum yaitu batako dengan mix design 15% lumpur pupuk hayati sebesar 80,32 kg/cm² apabila dibandingkan dengan batako normal yang memiliki nilai kuat tekan 75,55 kg/cm² kenaikan nilai kuat tekannya sebesar 4,77 kg/cm 2 . Pada pengujian resapan air didapatkan hasil resapan air batako yang paling rendah terjadi pada mix design 30% lumpur pupuk hayati memiliki persentase resapan air 0,004% apabila dibandingkan dengan batako normal yang persentase resapan airnya 0,007% maka mengalami penurunan yakni sebesar 0,003 %.Dari hasil pengujian TCLP (Toxicity Characteristik Leaching Procedur) menunjukan bahwa kandungan logam berat pada batako berbahan tambah lumpur Pupuk Hayati dibawah baku mutu sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 101 tahun 2014. Kata Kunci : Batako, Lumpur Pupuk Hayati, Kuat Tekan, Resapan air, TCLP ABSTRACT PT X is one company that produce many type of pestisida and biological product. The Biological product is fertilizer with the main content is fastening bacterium N, free without symbiotically and mikrobial solvent P. The biological fertilizer production proses produce mud as a side product coming from fertilizer sand deposit catched by dust collector. Biological fertilizer mud has potency to produce mud sebesar 1.500 kg every week. This research has a purpose to use biological ferltilizer mud as substance to substitute sand in high grade batako producing proces based on SNI 03-0349-1989, so it can help the company to handle the mud waste and reduce the waste treatment cost to third party. The biological fertilizer mud utilization research is made as subtitusion in batako production by varying soft agregate composition (biological fertilizer mud : sand). biological fertilizer mud composition toward sand is 0:100, 15:85, 30:70, 45:55, 60:40 (% volume), with curing time 28 hari. The test is compression test, water absorbtion test based on SNI 03-0349-1989 and TCLP (Toxicity Characteristik Leaching Procedur) test based on Peraturan Pemerintah No. 101 tahun 2014. For testing TLCP perform on sample that has the highest compress value that meet the bata beton physical requirement based on SNI 03-0349-1989. The result of compress research get the optimum compress value with mix design 15% biological fertilizer mud sebesar 80,32 kg/cm² if compared with normal batako that has kuat tekan value 75,55 kg/cm² the increasing of the compressvalue sebesar 4,77 kg/cm2. at water absorbtion test didapatkan the lowest batako water absorbtion result occurs in mix design 30% biological fertilizer mud has water absorbtion percentage 0,004% if compared with normal batako having the water absorbtion 0,007% so it get reducing yakni sebesar 0,003 %. The result of TCLP (Toxicity Characteristik Leaching Procedur) test show that content heavy metal in batako made from added biological fertilizer mud under the specified quality standart Peraturan Pemerintah No. 101 tahun 2014. Keyword : batako, biological fertilizer mud, compression test, water absorbtion, TCLP

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 14 Sep 2018 02:39
Last Modified: 14 Sep 2018 02:39
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/669

Actions (login required)

View Item View Item