IDENTIFIKASI BAHAYA DAN ANALISA RISIKO KEGAGALAN TOWER CRANE DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DI PT. PP (PERSERO) – PROYEK GUNAWANGSA TIDAR

Fahmi, Rizal (2016) IDENTIFIKASI BAHAYA DAN ANALISA RISIKO KEGAGALAN TOWER CRANE DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DI PT. PP (PERSERO) – PROYEK GUNAWANGSA TIDAR. Diploma thesis, POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK PT. PP (Persero) Tbk. merupakan perusahaan dibidang konstruksi. Kegiatan konstruksi melibatkan alat berat salah satunya tower crane. Tower crane merupakan alat konstruksi yang memiliki potensi bahaya jika terjadinya kegagalan fungsi komponen. Salah satu kejadian kegagalan komponen yaitu kerusakan brake hoist tower crane yang terjadi di Proyek Swissbell Hotel yang dapat membahayakan proses pengangkatan material. Selain kejadian tersebut, 42% kecelakaan tower crane terjadi ketika pemasangan, pembongkaran dan penambahan section. Dari kejadian tersebut perlu adanya identifikasi terhadap bahaya pada pemasangan tower crane serta kegagalan setiap komponen tower crane dan menentukan penyebab kegagalan komponen. Penelitian ini menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA), Failure Mode Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Metode JSA digunakan mengidentifikasi bahaya pada proses pemasangangan tower crane dan memberikan rekomendasi pada setiap bahaya. Metode FMEA digunakan untuk mengidentifikasi kegagalan pada komponen tower crane dan menghitung nilai Risk Priority Number (RPN). Kemudian ditentukan komponen kritis tower crane dengan menggunakan diagram paretto. Dari diagram paretto tersebut akan mendapatkan komponen kritis yang dianalisa kembali dengan metode FTA untuk menentukan penyebab kegagalan. Failure mode dijadikan top event pada analisis FTA untuk menentukan basic event dan minimal cutset. Hasil JSA menunjukkan potensi bahaya proses pemasangan tower crane yaitu bahaya pekerjaan ketinggian, kebisingan dari pemasangan pin, beban komponen tower crane terlalu berat, sling mobile crane rantas, tanah diarea outrigger ambles, palu dan pin terjatuh dari atas, dan pemasangan sling pada komponen tidak tepat. Sedangkan hasil analisis FMEA didapatkan 14 komponen dengan 20 mode kegagalan. Komponen motor merupakan komponen yang memiliki nilai RPN tertinggi dengan mode kegagalan motor terbakar. Penyebab kegagalan komponen tower crane berdasarkan hasil analisis FTA yaitu lifetime komponen, kurangnya perawatan, pengejaran target pekerjaan, kurangnya pengawasan dan pemakaian tower crane yang berlebihan. Kata kunci : Tower crane, Job Safety Analysis (JSA), Failure Mode Effect Analysis (FMEA), Fault Tree Analysis (FTA) ABSTRACT PT. PP (Persero) Tbk. is a company in the field of construction. Construction activity involves heavy equipment, such as tower crane. Tower crane is construction equipment that has the potential hazards if the malfunction of the component occurs. One of the component failures is the damage of brake hoist tower crane which occurred in Swissbell Hotel Project, which could harm the process of material lifting. Furthermore, 42% of tower crane accidents occurred on the installation, destruction and section replenishment process. From these events it is necessary to identify the hazards in the installation and the failures of tower crane’s component and determine the cause of the component failures. This study use the Job Safety Analysis (JSA), Failure Mode Effect Analysis (FMEA) and Fault Tree Analysis (FTA) methods. JSA method use to identify the hazards in the installation process of the tower crane and provide the recommendations on any hazards. FMEA method used to identify the failures in tower crane’s components and calculate the value of Risk Priority Number (RPN). Next, the critical component of the tower crane will be determined by using diagram Paretto. The diagram Paretto will gain a critical component that will be reanalyzed using the FTA method to determine the cause of the failure. The failure mode will be used as a top event on the FTA analysis to determine the basic event and minimal cutset. The result of JSA analysis shows some potential hazards on tower crane installation process, which are, occupational hazard altitude, the noise of the pin, the heavy load, corrode sling mobile crane, the sinking land area of the outrigger, the falling hammer and pin, and not properly installed sling on the components. While the result of FMEA analysis obtained 14 components with 20 modes of failure. Motor component is a component which has the highest RPN value with burning motor as failure mode. Based on the FTA analysis, the causes of tower crane’s component failures are lifetime components, lack of maintenance, pursuit target work, lack of monitoring and discharging tower crane excessive. Keywords : Tower crane, Job Safety Analysis (JSA), Failure Mode Effect Analysis (FMEA), Fault Tree Analysis (FTA)

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 14 Sep 2018 02:19
Last Modified: 14 Sep 2018 02:19
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/664

Actions (login required)

View Item View Item