RANCANGAN PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) PADA EFEKTIVITAS MESIN DI UNIT FINISH MILL PT. SEMEN INDONESIA

Rafli, Muhammad (2016) RANCANGAN PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) PADA EFEKTIVITAS MESIN DI UNIT FINISH MILL PT. SEMEN INDONESIA. Diploma thesis, POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Total Productive Maintenance (TPM) adalah jenis pemeliharaan yang dikembangkan berdasarkan konsep pemeliharaan produktif. Penerapan TPM untuk mengukur efektivitas dalam perusahaan manufaktur dengan sistem produksi kontinyu diukur menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). PT. Semen Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi semen terbesar di Indonesia. Pada lini produksi clinker/terak di Finish Mill terdapat beberapa masalah produksi yaitu target produksi yang tidak terpenuhi, penurunan performa mesin, serta tingginya downtime pada lini produksi tersebut. Oleh karena itu diperlukan suatu pengukuran efe ktivitas untuk mengetahui kinerja peralatan produksinya. OEE digunakan untuk mengukur dan menganalisa tingkat efektivitas dari keseluruhan lini produksi. Setelah diketahui persentase efektivitas, maka selanjutnya perlu diidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya losses. Losses adalah segala sesuatu yang menyebabkan rendahnya atau menurunnya efisiensi mesin atau peralatan. Identifikasi losses dilakukan pada enam kategori losses (six big losses) dan identifikasi diagram pareto, yang berpengaruh pada nilai OEE. Dengan mengetahui akar penyebab timbulnya losses tersebut, maka dapat dirancang usulan rekomendasi perbaikan berdasarkan konsep TPM untuk meningkatkan efektivitas dan mengurangi losses pada lini produksi clinker/terak di Finish Mill 1 Tuban 4 PT. Semen Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai OEE pada tahun 2013, 2014, dan 2015 adalah sebesar 68,62% dan losses yang berpengaruh adalah breakdown losses yaitu sebesar 51,01% serta reduced speed losses yaitu sebesar 38,14% yang didapat pada identifikasi six big losses dan diagram pareto. Beberapa penyebab terjadinya losses tersebut antara lain karena kelalaian operator, pengetahuan operator kurang, mesin overload, part mesin bermasalah, tingginya target produksi, serta kondisi lingkungan yang kurang sesuai. Rekomendasi perbaikan yang diusulkan didasarkan pada konsep TPM yaitu dengan melakukan pemeliharaan mandiri oleh operator (autonomous maintenance), menambahkan predictive maintenance pada sistem pemeliharaan, mengurangi target produksi, memperbaiki dan menambah beberapa peralatan untuk meningkatkan kualitas dan mencegah cacat produksi, serta mengadakan training untuk meningkatkan skill operator. Master plan TPM merupakan tindak lanjut dari rekomendasi yang telah diberikan. Plan ini berisikan pengenalan TPM, penjadwalan, serta rencana penerapan TPM di PT. Semen Indonesia Kata kunci: Total Productive Maintenance (TPM) plan, Overall Equipment Effectiveness (OEE), six big losses, Diagram Pareto, Diagram Fishbone ABSTRACT Total Productive Maintenance (TPM) is a concept for maintenance activities that can be applied in a manufacturing company. It provides a method to measure the line effectiveness by using Overall Equipment Effectiveness (OEE). PT Semen Indonesia is a company that produce cement. Some issues were found on the one of its fertilizer production line, Finish Mill. It includes of production target was not fulfilled, high level of the product rework and high level of the downtime on the production line. Those conditions need serious attention and effectiveness measurements have to be carried out to determine the performance of production equipments in related with the production line. Overall Equipment Effectiveness (OEE) is a method to used to measure the effectiveneess. This method works by doing an effectiveness measurement followed by an analysing to the whole production line machines. Based on OEE results, it can be used to identify the factors that can cause of losses in the production line. Losses are identified as the things that can reduce the efficiency of the machinery or the equipment. The identification normally can be divided into six categories (six big losses) and Pareto Diagram. Finally, the analysing to the root cause of the losses produced points of proposed recommendations to improve the effectiveness of the production line. The average value of OEE in Finish Mill is 68,62%. Breakdown losses and pareto diagram identification with the value 51,01% is found to be the main contributor for the losses. It followed by the reduced speed losses of 38,14%. Meanwhile, the factors that found to be the cause of losses are the operator negligence, lack of operator knowledge, overload machine, trouble in machine parts, over capacity of production and lack of appropriate environmental conditions. To increase the production line performance, some of advices are needed to implement in the production line. Firstly is autonomous maintenance. The other recommendations are adding the predictive maintenance to the maintenance systems, lower the target of production, doing repair process followed by adding new equipments in order to prevent defects that can improve the product quality. The last suggestion is arranging much training to improve the operator skills. TPM plan contained continuous action of TPM pillar include introduction, schedule, training,and support of TPM on PT. Semen Indonesia Keywords: Total Productive Maintenance (TPM) plan, Overall Equipment Effectiveness (OEE), six big losses, Pareto Diagram, Fishbone Diagram

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 13 Sep 2018 05:33
Last Modified: 13 Sep 2018 05:33
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/646

Actions (login required)

View Item View Item