ANALISIS PENGARUH BEBAN KERJA TEHADAP KELELAHAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX PADA PEKERJA PT.SASMITO

Sadewo, Rio Paksi (2016) ANALISIS PENGARUH BEBAN KERJA TEHADAP KELELAHAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX PADA PEKERJA PT.SASMITO. Diploma thesis, POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK PT.SASMITO adalah sebuah kontraktor swasta yang bergerak dibidang General Contractor, terutama untuk pekerjaan jasa konstruksi dengan kualifikasi Besar (B2) dengan ruang lingkup pada bidang Arsitektur, Sipil, Mekanikal, Electrikal, dan Tata Lingkungan. Berdasarkan wawancara singkat dengan manajer K3, kecelakaan sering terjadi di PT.SASMITO yang diakibatkan oleh ketidakpatuhan pekerja menggunakan APD dan kelalaian pekerja saat bekerja. Kelalaian pekerja atau human error bisa diakibatkan oleh kurangnya konsentrasi pekerja akibat kelelahan fisik dan mental yang disebabkan oleh intensitas beban kerja yang dialami oleh pekerja. Penelitian guna mengetahui perbedaan dan pengaruh intensitas beban kerja dan kelelahan yang dialami pekerja shift perlu dilakukan untuk mengurangi tingkat kecelakaan kerja. Pada penelitian ini sampel berjumlah 51 orang pekerja lapangan. Data beban kerja fisik diambil berdasarkan denyut nadi pekerja yang diukur sebelum dan sesudah pekerja bekerja, menggunakan Pulse Oximeter kemudian dilakukan perhitungan Cardiovascular Load (%CVL). Beban kerja mental diambil menggunakan metode NASA-TLX. Kelelahan kerja diukur menggunakan alat Reaction Timer Lakassidaya L77 sesaat pekerja selesai bekerja. Uji statistik yang digunakan adalah uji Independent Sample T-Test, Pearson Product Moment Test, dan uji Regresi Linear Berganda. Hasil uji T-Independent menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara beban kerja fisik, mental, dan kelelahan yang dialami pekerja shift normal dan panjang. Uji Pearson menunjukkan nilai P value sebesar 0.000 yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara variabel independen dan dependen. Hasil uji regresi linear berganda menunjukkan nilai P value sebesar 0.000 yang menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara beban kerja fisik dan mental terhadap kelelahan. Nilai R square sebesar 0.471. Jadi sebesar 47,1% variabel kelelahan dipengaruhi oleh variabel beban kerja fisik dan mental, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Hasil perhitungan konsumsi energi untuk tiap shift lebih kecil daripada standar pengeluaran energi (K<S) sehingga Rt = 0 atau waktu istirahat yang diberikan perusahaan sudah mencukupi. Faktor yang paling mempengaruhi beban kerja mental pekerja adalah faktor Effort dan Physical Demand. Kata Kunci: cardiovascular load, beban kerja, kelelahan kerja, NASA-TLX ABSTRACT PT.SASMITO is a private contractor which enganged in the General Contractor site, especially for construction work with large qualification (B2) with scope include Architecture, Civil, Mechanical, Electrical, and Environmental Governance. Based on simple interview with safety manager, accidents often occur in PT.SASMITO which caused by worker’s waywardness to using PPE and worker’s negligence while working. Worker’s negligence or human error could be caused by reduced of worker’s concentration which affected by physical and mental fatigue as effect of worker’s workload intensity. Some research to know the difference and influence of workload intensity and fatigue which perceived by workers is necessary for reducing work accident intensity. On this research, sampel is 51 field workers. Physical workload was collected by workers pulse rate which measured before and after work using Pulse Oximeter device to be used for Cardiovascular Load (%CVL) calculation. Mental workload data was collected using NASA-TLX method. Work fatigue measured using Reaction Timer Lakassidaya L77 device in the end of shift. Statistic Test using Independent Sample T-Test, Pearson Product Moment Test, and Multiple Linear Regression Test. Result of Independent Samples T-Test explain that there is no difference between physical workload, mental workload, and fatigue which perceived by normal and extended shift workers. Pearson test shows that P value = 0.000, it’s explain that there is a significant correlation between independent and dependent variables. Result of multiple linear regression shows that P value = 0.000, it’s explain that there is a significant influences between physical and mental workload on fatigue. R square value = 0.471, so 47.1% of fatigue variable is affected by physical and mental workload variable, while the rest is affected by another variable. Result of energy consumption calculation for each shift smaller than energy expenditure standart (K<S), so Rt = 0 or resting time which given by the company is enough. The factors that most influence the worker’s mental workload is Effort and Physical Demand factor. Keywords: cardiovascular load, workload, work fatigue, NASA-TLX

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 13 Sep 2018 05:26
Last Modified: 13 Sep 2018 05:26
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/643

Actions (login required)

View Item View Item