ESTIMASI HARGA POKOK PRODUKSI PRESSUREVESSEL DENGAN METODE JOB ORDER COSTING (studi kasus PT.Barata Indonesia, Gresik)

Pramitaningrum, Anggraini (2016) ESTIMASI HARGA POKOK PRODUKSI PRESSUREVESSEL DENGAN METODE JOB ORDER COSTING (studi kasus PT.Barata Indonesia, Gresik). Diploma thesis, POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK PT.Barata Indonesia (persero) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi khususnya divisi PIB memproduksi Pressure Vessel dengan berbagai jenis dan fungsi. Pada saat proses produksi berlangsung banyak faktor yang membuat dana yang digunakan menjadi tidak sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya). Hal tersebut dikarenakan pada tahap perencanaan penentuan harga pokok produksi yang kurang efektif sehingga masih terdapat ketidaksesuaian dengan realisasi biayanya. Berdasarkan sistem kerja yang digunakan pada PT.Barata Indonesia (persero) adalah Job Order maka metode Job Order Costing dapat diterapkan dalam estimasi harga pokok produksi dengan mengkalkulasikan biaya produksi seperti directcost, indirectcost dan biaya overhead yang dibebankan untuk produk yang dipesan. Harga jual juga dapat diketahui melalui biaya HPP yang dijumlahkan dengan prosentase laba yang diinginkan. Harga pokok produksi pressure vesselberdasarkan metode job order costingsebesar Rp1.321.998.471untuk tipe Instrument Air Receiver, Rp1.210.431.853untuk tipe Nitrogen Air Buffer,Rp945.542.028untuk tipe Nitrogen Receiver danRp1.324.594.236 untuk tipe Wet Air Receiver. HPP yang dihitung berdasarkan perusahaan mengalami pembebanan kurang dariseharusnya(undercosting). Itu disebabkan karena terdapat proses repair pada pengerjaan yang kurang memenuhi standart. Proses repair tersebut menyebabkan pembebanan biaya menjadi bertambah khususnya untuk biaya jam tenaga kerja, jam mesin, dan bahan bantu serta biaya inspeksi yang dilakukan kembali kepada produk yang telah dilakukan repair.Pembengkakan biaya juga dipengaruhi oleh beberapa proses yang biayanya tidak dipengaruhi oleh kuantitas . Kata kunci :Direct Cost,Indirect Cost,Job Order Costing, Overhead. ABSTRACT Barata Indonesia (persero) is a company engaged in the field of construction. At PIBdivision produce various kind and fungtion of pressure vessel. At the time of the production process there are problems. The problem is funds used not in accordance with the budget plan. It can causethe process of determining the cost of production is less effective so that there is a mismatch with budget plan. Based system works as Barata Indonesia is a job order so the job order costing method can be applied to estimate the cost of production by calculating the cost of production as direct cost, indirect cost and overhead cost for charge the ordered products. Selling price can also be seen throughtthe cost of production plus a precentage of profit. The pressure vessel production cost based method of job order costing Rp1.321.998.471 for Instrument Air Receiver, Rp1.210.431.853for Nnitrogen Air Buffer, Rp 945.542.028 for Nitrogen Receiver and than Rp 1.324.594.236 forWet Air Receiver. Cost of production set by the company was undercosting. It cause there are repair process on worksheet does not meet the standart. The repair process cause the charges be increased in particular for the cost of labor hours, machine hour, consumable and than the cost of inspection carried back to the product that has been done to repair. Swelling costs are also affected by some process that costs is not affected by the quantitiy. Key word:Direct Cost, Indirect Cost,Job Order Costing, Overhead.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Jurusan Teknik Desain dan Manufaktur > Teknik Desain dan Manufaktur
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 12 Sep 2018 04:18
Last Modified: 12 Sep 2018 04:18
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/547

Actions (login required)

View Item View Item