PENGARUH VARIASI KUAT ARUS TERHADAP LEBAR HAZ PADA PENGELASAN ENGINE BAD DENGAN PROSES PENGELASAN FCAW

Suciati, Pipit (2015) PENGARUH VARIASI KUAT ARUS TERHADAP LEBAR HAZ PADA PENGELASAN ENGINE BAD DENGAN PROSES PENGELASAN FCAW. Diploma thesis, POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kapal merupakan kendaraan pengangkut penumpang dan barang dilaut. Komponen yang terpenting dalam sebuah kapal salah satunya yaitu mesin. Mesin agar mampu berdiri kokoh perlu penguatan kontruksinya, engine bad merupakan solusi tempat dari dudukan mesin atau pondasi mesin. Dalam pembuatan dudukan pondasi mesin menggunakan proses pengelasan FCAW (Flux Core Arc Welding) dengan bentuk sambungan Tee joint. Dalam pengelasan FCAW parameter-parameter yang harus diperhatikan adalah kuat arus, tegangan, kecepatan pengelasan, dan heat input. Adanya parameter-parameter tersebut berpengaruh terhadap luasan HAZ dan surface discontinuity yang dapat dilihat pada record macroetcha dan visual test. Pengaruh dari adanya cacat dan keretakan pada pengelasan di engine bad akan menyebabkan penggeseran pondasi dan poros mesin. Dilihat dari record macroetcha dan visual test hasil pengelasan kuat arus 85 A, 145 A, dan 165 A. Terdapat cacat permukaan pada kuat arus 85 A yaitu spatter dan slag inclusion yang disebabkan oleh kontaminasi dari udara luar dan pembersihan antar layer yang kurang bersih. Pada kuat arus 165 A yaitu adanya spatter dan cacat undercat terjadi karena adanya masukan panas yang terlalu tinggi. Masukan panas dipengaruhi oleh arus dan tegangan pada saat pengelasan. Semakin besar arus dan tegangan maka masukan panas juga semakin besar. Kata kunci : Engine bad, FCAW, HAZ, macroetcha, surface discontinuity, visual test The ship was the carrier of passengers and goods at the sea. The most important component in a vessel is the machine. In order to be able to stand the machine need strengthening in construction, engine bad is the right solution for the holder of the machine or the machine Foundation. In the manufacture of machine Foundation holder use the FCAW welding process (Flux Core Arc Welding) and form the connection Tee joint. FCAW welding parameters-in parameters that must be considered is the current, voltage, welding speed, and heat input. The existence of such parameters effect on polygons and surface discontinuity HAZ which can be seen on macroetcha records and visual test. The influence of the presence of defects and cracks in the welding in the engine bad will cause the panning Foundation and the engine shaft. Based on the result of the macroetcha record and visual test results of welding current 85 A, 143 A, and 165 a. There is a surface discontinuity on the current 85 a, there are spatter and slag inclusions caused by contamination from the outside air and cleaning between layers are less clean. On the current 166 A spatter and disability namely undercat occur due to heat input is too high. Heat input are influenced by currents and voltages when welding. The greater the currents and voltage then the heat input are also getting bigger. Keywords: FCAW, Engine bad, HAZ, macroetcha, surface discontinuity, visual test

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Jurusan Teknik Bangunan Kapal > Teknik Bangunan Kapal
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 30 Aug 2018 05:01
Last Modified: 30 Aug 2018 05:01
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/285

Actions (login required)

View Item View Item