Analisa Risk Based Maintenance Sistem Minyak Pelumas KT. Bima 315 Dengan Metode Reliability Centered Maintenance II Berdasarkan Klasifikasi Konsekuensi Standar Norsok Z-008 Edition 3 2011

Bianda, Devi Puspita Analisa Risk Based Maintenance Sistem Minyak Pelumas KT. Bima 315 Dengan Metode Reliability Centered Maintenance II Berdasarkan Klasifikasi Konsekuensi Standar Norsok Z-008 Edition 3 2011. [Tugas Akhir]

[img] Text
0315040030 - Bianda Devi Puspita - Analisa Risk Based Maintenance Sistem Minyak Pelumas KT. Bima 315 Dengan Metode Reliability Centered Maintenance II Berdasarkan Klasifikasi Konsekuensi Standar Norsok Z.pdf - Other
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Perawatan pada sistem minyak pelumas mesin induk kapal merupakan salah satu perawatan yang perlu diperhatikan dalam kelayakan kapal beroperasi. Umumnya, upaya yang dilakukan perusahaan dalam menangani perawatan sistem minyak pelumas dilakukan setelah terjadi kegagalan pada komponen tertentu. Hal tersebut tentunya sangat merugikan perusahaan apabila kapal sampai berhenti beroperasi beberapa saat untuk menunggu dilakukannya perbaikan. Oleh sebab itu, dibutuhkan program perawatan yang tepat dan sesuai untuk tiap komponen berdasarkan tingkat kekritisannya. Dengan metode klasifikasi konsekuensi standar Norsok Z-008 didapatkan hasil bahwasanya beberapa komponen memiliki tingkat konsekuensi menengah atau medium, sehingga dengan bantuan RCM II decision worksheet dalam metode RCM II diperlukan strategi perawatan secara preventive maintenance, diantaranya on-condition task untuk komponen storage tank dan sump tank, scheduled discard task untuk komponen LO pump driving device, LO standby pump, dan LO cooler, scheduled restoration task untuk komponen LO filter, LO filter niigata supply, dan strainer. Sedangkan untuk komponen LO hand pump, gate valve, selenoid valve, blow down drain valve, thermostat, dan bypass valve memiliki tingkat konsekuensi rendah atau low, sehingga diperlukan strategi perawatan berupa corrective maintenance. Suku cadang dengan jumlah stok minimum di situs dan suku cadang tambahan lainnya di gudang pusat diperlukan untuk komponen LO pump driving device, LO standby pump, LO cooler, LO filter, LO filter niigata supply, dan strainer. Dari hasil perhitungan didapatkan jumlah selisih antara perhitungan biaya sebelum dan sesudah pengaplikasian metode RCM II yakni sebesar Rp. 69,212,199,602. Dengan diterapkannya metode RCM II pada program perawatan sistem minyak pelumas KT. Bima 315 perusahaan dapat menekan biaya perawatan dalam kurun waktu lima tahun hingga 47.216%.

Item Type: Tugas Akhir
Additional Information: No. Inventaris : 4954/D4ME-15/2019 _ Lokasi TA : 563
Uncontrolled Keywords: Sistem Minyak Pelumas, Klasifikasi Konsekuensi, Norsok Z-008, Strategi Perawatan, RCM II
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 16 Dec 2019 07:23
Last Modified: 16 Dec 2019 07:23
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/2653

Actions (login required)

View Item View Item