Analisis perbandingan pengelasan Double Side Arc Welding dengan Backweld untuk proses las GTAW pada material SA 240 tipe 304 terhadap laju korosi intergranular, struktur mikro dan kualitas hasil pengelasan

Keycko, Perdana Zalfa' Salsabila Analisis perbandingan pengelasan Double Side Arc Welding dengan Backweld untuk proses las GTAW pada material SA 240 tipe 304 terhadap laju korosi intergranular, struktur mikro dan kualitas hasil pengelasan. [Tugas Akhir]

[img] Text
0715040061 - Keycko Perdana Zalfa' Salsabila - ANALISIS PERBANDINGAN PENGELASAN DOUBLE SIDE ARC WELDING DENGAN BACKWELD UNTUK PROSES LAS GTAW PADA MATERIAL SA 240 TIPE 304 TERHADAP LAJU KOROSI INTERGRANUL.pdf

Download (3MB)

Abstract

Selama ini dalam masa memproduksi tangki berbahan dasar Stainless Steel, PT. Meco Inoxprima menggunakan pengelasan GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) dengan metode umum yaitu Backweld. Namun banyaknya pesanan tangki dilapangan, membuat metode ini dianggap kurang efisien. Untuk memenuhi seluruh pesanan yang ada, para pekerja mencari solusi dengan menggunakan metode pengelasan dua sisi atau dengan istilah lain yaitu Double Side Arc Welding yang dianggap lebih efisien dari segi waktu dan tenaga. Dimana metode ini diaplikasikan menggunakan dua buah torch sehingga menghasilkan heat input yang tinggi, sedangkan pengelasan material austenite stainless steel sendiri disyaratkan menggunakan pendinginan cepat agar tidak terjadi carbide chrome yang dapat menyebabkan korosi batas butir atau intergranular corrosion. Maka dari itu diperlukan adanya penelitian tentang kedua metode tersebut terhadap nilai laju korosi Intergranular dan kualitas hasil pengelasannya. Hasil rata-rata nilai pengujian hardness pada HAZ didapatkan untuk metode Double Side Arc Welding adalah yang paling besar yaitu 199,63 HV berbanding lurus dengan kandungan ferrite-nya sebesar 9,6% sedangkan nilai kekerasan metode Backweld yaitu 194,59 HV dengan kandungan ferrite-nya sebesar 8,07%. Laju korosi paling tinggi ada pada pengelasan Double Side Arc Welding yaitu 0,437 mm/year dikarenakan tingginya kandungan ferrite sehingga menyebabkan ketahanan korosinya berkurang, tetapi pada film radiografi menunjukkan metode pengelasan ini mempunyai penetrasi yang baik dibandingkan metode Backweld yang terdapat cacat las.

Item Type: Tugas Akhir
Additional Information: No inventaris: 5241/TL-15/2019_Lokasi TA: 384
Uncontrolled Keywords: Austenite Stainless Steel, Double Side Arc Welding, Backweld, Intergranular Corrosion, Struktur Mikro, Radiografi.
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 06 Dec 2019 07:32
Last Modified: 06 Dec 2019 07:32
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/2546

Actions (login required)

View Item View Item