Analisis Perbandingan Lapisan Build Up Pada Material Stainless Steel Tipe 304 Terhadap Sifat Mekanik , Struktur Mikro Dan Laju Korosi

Muhammad, Dahlan Pamungkas Analisis Perbandingan Lapisan Build Up Pada Material Stainless Steel Tipe 304 Terhadap Sifat Mekanik , Struktur Mikro Dan Laju Korosi. [Tugas Akhir]

[img] Text
0715040058 - Muhammad Dahlan Pamungkas - Analisis Perbandingan Lapisan Build Up Pada Material Stainless Steel Tipe 304 Terhadap Sifat Mekanik , Struktur Mikro Dan Laju Korosi.pdf

Download (4MB)

Abstract

Pada proses fabrikasi sering terjadi kesalahan apabila kurang teliti saat melakukan pengukuran dimensi yang mengakibatkan proses fabrikasi mengalami hambatan, seperti yang terjadi pada sambungan neck shell manhole dimana saat melakukan proses fit up terjadi gap pada sambungan tersebut menjadi lebih lebar dari yang dianjurkan oleh karena hal tersebut proses build up sering digunakan untuk menambah dimensi pada satu sisi material dan kedua sisi material , karena adanya penambahan tersebut mengakibatkan masukan panas yang besar sehingga berpengaruh pada sifat mekanik dari material tersebut dan mengalami perubahan. Dimana dari penelitian ini dilakukan pengujian mekanik yaitu tensile test, bending test, hardness test serta dengan melakukan pengujian metalography dan laju korosi Berdasarkan hasil pengujian tarik bahwa setiap joint memenuhi syarat keberterimaan untuk kuat tarik minimum. Pada setiap pengujian bending tidak terdapat adanya open discontinuity. Pada pengujian mikro dapat diketahui pembentukan fasa terakhir pada build up yang dapat diprediksi melalui diagram WRC dengan perhitungan Creq dan Nieq dari filler metal E308 dan E309, yang mana filler metal E308 memiliki nilai Creq sebesar 19,20 dan Nieq sebesar 11,835 yang mana jika dilihat dari diagram WRC terjadi solidifikasi FA dan terbentuk morfologi vermicular ferrite dan lathy ferrite , untuk nilai filler metal E309 adalah Creq sebesar 23,38 dan Nieq sebesar 15,2775 yang mana yang terjadi solidifikasi FA dan morfologi yang terbentuk adalah vermicular ferrite dan lathy ferrite. Dari pengujian kekerasan nilai tertinggi berada pada daerah fusion line pada daerah build up yaitu sebesar 197,437 HVN dan nilai terendah pada daerah weld metal pada daerah joint B yaitu sebesar 166,313 HVN. Dari pengujian korosi di dapatkan bahwa nilai tertinggi pada joint D yaitu 0.11412 mm/year dan yang terendah pada joint C yaitu 0.054288 mm/year.

Item Type: Tugas Akhir
Additional Information: No inventaris:5238/TL-15/2019_Lokasi Ta: 381
Uncontrolled Keywords: Build up, SMAW, FCAW, Sifat Mekanik, Struktur Mikro, dan Laju Korosi
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 06 Dec 2019 03:25
Last Modified: 06 Dec 2019 03:25
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/2542

Actions (login required)

View Item View Item