Identifikasi Bahaya Listrik Menggunakan Failure Mode and Effect Analisys Fault Tree Analisys pada Panel di Industri Persewaan Alat Berat

Anjar, Nala Puspita Identifikasi Bahaya Listrik Menggunakan Failure Mode and Effect Analisys Fault Tree Analisys pada Panel di Industri Persewaan Alat Berat. [Tugas Akhir]

[img] Text
0516140123 - Anjar Nala Puspita - Identifikasi Bahaya Listrik Menggunakan _i_Failure Mode and Effect Analysis__i_ dan _i_Fault Tree Analysis__i_ pada Panel di Industri Persewaan Alat Berat.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)

Abstract

Industri persewaan alat berat merupakan industri yang biasa menyewakan peralatan angkat angkut untuk kegiatan operasional proyek. Perusahaan ini membutuhkan energi listrik untuk operasional perusahaan. Satu sisi listrik sangat dibutuhkan, namun pada sisi lain, listrik sangat membahayakan keselamatan jika tidak dikelola dengan baik. Berdasarkan data Subdin Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat, kebakaran yang disebabkan oleh korsleting listrik mencapai 73 kasus atau sekitar 69% disebabkan oleh hubung singkat. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya listrik yang ada pada panel di industri persewaan alat berat serta pengujian Infrared Thermography untuk memeriksa suhu atau temperatur pada saat peralatan sedang beroperasi kemudian dibandingkan dengan suhu operasi normalnya. Pada analisis menggunakan FMEA terdapat 13 mode kegagalan dari 8 komponen dengan RPN tertinggi yaitu kebakaran akibat Kuat Hantar Arus kabel yang tidak sesuai dengan pemakaian beban. Sehingga mode kegagalan tersebut yang akan dijadikan top event dalam analisis FTA. Basic event dari analisis FTA yang paling sering muncul yaitu tidak dilakukannya pengecekan temperatur panel dengan menggunakan Infrared Thermography yang muncul sebanyak 15 kali dari 21 Minimal Cut Set yang ada, sehingga harus dilakukan pengujian komponen panel dengan menggunakan Infrared Thermohraphy. Hasil pengujian Infrared Thermography menunjukkan perlu dilakukan penggantian konektor kabel. Hal ini disebabkan karena suhu pada konektor kabel yang melebihi suhu referensi yang mempunyai delta T sebesar 15,7 o C sehingga masuk skala prioritas 3 dengan rekomendasi melakukan perbaikan dengan jadwal yang memiliki ijin dari manajemen.

Item Type: Tugas Akhir
Additional Information: No. Inventaris : 5122/K3LJ-15/2019 _ Lokasi TA : 775
Uncontrolled Keywords: bahaya listrik, FMEA, FTA, Infrared Thermography
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 05 Dec 2019 01:50
Last Modified: 05 Dec 2019 01:50
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/2512

Actions (login required)

View Item View Item