Analisis Kerusakan dan Perbaikan Motor Direct Current di Mesin Cane Elevator Stasiun Gilingan di Pabrik Gula

Dewi, Ekawati Analisis Kerusakan dan Perbaikan Motor Direct Current di Mesin Cane Elevator Stasiun Gilingan di Pabrik Gula. [Tugas Akhir]

[img] Text
0415030008 - Dewi Ekawati - Analisis Kerusakan dan Perbaikan Motor Direct Current di Mesin Cane Elevator Stasiun Gilingan di Pabrik Gula.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Pabrik gula menghasilkan produk GKP (gula kristal putih) dengan melalui 6 proses pengolahan. Proses tersebut meliputi: persiapan bahan baku, pengilingan, pemurnian, masasakan dan puteran, fosfatasi, dan pengemasan. Pada tahap pengilingan menghasilka nira mentah (ekstrak tebu) yang sebelumya melalui tahap pemotongan dan pencacahan. Pencacahan tebu dilakukan mencapai derajat pencacah tebu atau PI (preparation index) lebih besar dari 90%. Semakin tinggi derajat pencacah tebu menunjukan kinerja esktrasi semakin bagus. Hasil cacahan tebu dari HDHS (heavy duty hammer shredder) ditransfer pada gilingan I melalui mesin cane elevator. Mesin cane elevator digerakkan oleh motor DC (directcurrent) dengan merck Thrige Electric (Type LAK 4180-DA) yang berkapsitas daya 132 kW. Motor dc mengalami kerusakan sehingga mempengaruhi proses produksi selanjutnya. Pada tugas akhir ini akan dianalisa gangguan yang terjadi pada motor cane elevator meliputi gangguan mekanik yaitu over-temperature pada motor dan gangguan kelistrikan over-current. Metode analisa menggunakan data hasil penggukuran langsung atau history yang tercatat saat tejadi gangguan. Pada gangguan over-temperature motor indikasi gangguan diketahui pada monitoring ruang control, pemeriksaan langsung dilakukan menggunakan metode digital laser infrared. Sedangkan pada gangguan over-current indikasi gangguan diketahui alarm berbunyi dan data history pengukuran yang tercatat sehingga dapat diketahui penyebab gangguan. Pada gangguan over-temperature motor menunjukkan nilai 111 0C pada monitor ruang kontrol sedangkan pengukuran menunjukkan 69,9 0C, kesalahan pemasangan sensor akurasi disebabkan kesalahan pemasangan pada kabel sensor panas thermocouple. Sedangkan gangguan over-current disebabkan tahanan isolasi belitan sebesar 2MΩ. Menurut standart IEEE43 bahwa tahanan isolasi tersebut adalah tahanan isolasi yang buruk. Sehingga motor perlu dilakukan pengovenan selama 24 jam untuk mendapat tahanan isolasi yang sesuai standar.

Item Type: Tugas Akhir
Additional Information: No. Inventaris : 4291/PE-15/2018 _Lokasi TA : 336
Uncontrolled Keywords: Cane elevator, Motor Direct Current, dan Standart IEEE43
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Jurusan Teknik Kelistrikan Kapal > Teknik Kelistrikan Kapal
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 16 Jul 2019 07:59
Last Modified: 16 Jul 2019 07:59
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/1916

Actions (login required)

View Item View Item