QUANTITATIVE RISK ANALYSIS (QRA) PADA KEBOCORAN PIPA DISTRIBUSI GAS ALAM (Studi Kasus : PT Petrokimia Gresik)

Miftachul, Jannah (2015) QUANTITATIVE RISK ANALYSIS (QRA) PADA KEBOCORAN PIPA DISTRIBUSI GAS ALAM (Studi Kasus : PT Petrokimia Gresik). Diploma thesis, POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK PT. Petrokimia Gresik merupakan perusahaan BUMN yang berada di bawah pengawasan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) yang memproduksi berbagai macam jenis pupuk dan bidang usaha lainnya. Bahan baku utama dalam pembuatan pupuk tersebut adalah gas alam yang dipasok dari Kangean Energy Indonesia (KEI) & Santos melalui pipa offshore dan didistribusikan melalui pipa onshore dengan diameter pipa sebesar 10 inchi dengan tekanan operasi sebesar 25,31 bar.g sehingga pada penelitian ingin mengkaji lebih detail bahaya apa saja yang terdapat pada pipa distribusi tersebut. Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah Quantitative Risk Analysis (QRA) pada kebocoran pipa distribusi gas alam dengan menggunakan skenario kebocoran sebesar 5 mm, 25 mm, 100 mm dan 254 mm. Hasil consequence modeling dari kebocoran gas alam adalah terjadinya jet fire, flash fire dan VCE yang merupakan hasil akhir dari Even Tree Analysis (ETA). Thermal radiation flux dan blast overpressure merupakan dampak yang ditimbulkan dari consequence modeling. Risiko merupakan perkalian antara frekuensi dan konsekuensi dimana nilai frekuensi berasal dari data kegagalan pipa yang diterbitkan oleh (Oil and Gas Producers) OGP 2010. Risiko kebocoran dinilai untuk mengetahui apakah risiko tersebut dapat diterima, ditoleransi atau tidak dapat diterima sesuai dengan konsep ALARP. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya penilaian risiko tertinggi ketika terjadi jet fire dengan lubang kebocoran 100 mm dan 254 mm dimana pada nilai tersebut menghasilkan nilai thermal radiation flux sebesar >37,5 kW/m 2 yang dapat menyebabkan 100% kematian dan kerusakan pada keseluruhan peralatan proses. Hasil thermal radiantion flux pada konsekuensi flash fire adalah sebesar 3 kW/m 2 dimana pada kondisi tersebut dalam waktu 20 detik dapat menyebabkan rasa sakit serta mengakibatkan terjadinya luka bakar tingkat 2% dan konsekuensi dari VCE adalah sebesar 21,64 psi yang dapat merusak peralatan proses secara keseluruhan. Kategori risiko yang dihasilkan adalah risiko dapat diterima dan ditoleransi. Meskipun demikian, tetap diperlukan beberapa usulan rekomendasi untuk mengendalikan risiko sehingga risiko tetap berada pada level yang dapat diterima. Kata kunci: ALARP, blast overpressure, consequence modeling, thermal radiation flux, OGP, QRA. ABSTRACT PT. PKG is a state-owned company under the supervision of Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) which produces many fertilizer industry and other service areas. The main raw material in the manufacture of fertilizer is natural gas supplied from Kangean Energy Indonesia (KEI) & Santos through offshore pipelines and distributed through onshore pipelines with diameter of 10 inchi with an operating pressure of 25.31 bar.g. The purpose in this research is want to know the dangers of the pipeline. The research using methode quantitative risk analysis (QRA) on natural gas distribution pipeline leaks using a leak scenarios by 5 mm, 25 mm, 100 mm and 254 mm (full bore rupture). Consequence modelling of natural gas leak is jet fire, flash fire and VCE occurence as the end result of Event Tree Analysis (ETA). Thermal radiation flux and blast overpressure is the impact of consequence modelling. Risk is multiplication between the frequency and the consequences which the frequency value is derived from the pipeline failure data published by (Oil and Gas Producers) OGP, 2010. The risk of leakage is assessed to determine whether the risk is acceptable, tolerable, or unacceptable in accordance with the concept of ALARP. The result of the research are the highest results of the risk assessment occurs when the jet fire happen with leakage hole 100 mm and 254 mm where the value of the produce thermal radiation flux value of > 37.5 kW / m 2 which can cause 100% mortality and damage to the overall process equipment. Thermal radiation flux resulton at the flash fire consequences is 3 kW / m 2 whereas these conditions within 20 seconds can cause pain and result in a burn rate of 2%, and the consequences of VCE is equal to 21.64 psi that can damage overall process equipment. Risk categories result is acceptable and tolerable risk. Still, it takes some proposals on controlling risk so that the risk remains at an acceptable level. Keywords: ALARP, blast overpressure, consequence modeling, thermal radiation flux, OGP, QRA.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 28 Aug 2018 03:56
Last Modified: 28 Aug 2018 03:56
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/191

Actions (login required)

View Item View Item