Analisis Olah Gerak (Seakeeping) Kapal Penumpang Untuk Mengetahui Tingkat Operabilitas Dan Seaworthness

Beta, Dena Qowima Analisis Olah Gerak (Seakeeping) Kapal Penumpang Untuk Mengetahui Tingkat Operabilitas Dan Seaworthness. [Tugas Akhir]

[img] Text
0114040007 - Beta Dena Qowima - Analisis Olah Gerak (Seakeeping) Kapal Penumpang Untuk Mengetahui Tingkat Operabilitas Dan Seaworthness.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Dalam merancang suatu kapal terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan, salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan yaitu tentang kemampuan olah gerak kapal akibat gelombang laut pada perairan dimana kapal dioperasikan. Khususnya pada kapal penumpang yang mengakomodasi manusia dari satu tempat ke tempat yang lainnya melalui jalur laut, maka kapal tersebut harus memiliki respon gerakan yang baik apabila terdapat gaya luar yang bekerja pada kapal. Gerakan yang disebabkan oleh gaya luar yang bekerja atau gelombang air laut akan mempengaruhi kenyamanan dan keselamatan awak maupun penumpang kapal itu sendiri. Respon gerakan kapal merupakan parameter seakeeping yang harus dipertimbangkan untuk menunjang kelayakan desain kapal. Pada Tugas Akhir ini menganalisa tentang respon gerakan kapal dalam satu set skenario operasional meliputi pembebanan penuh dengan variasi arah datang gelombang tertentu dalam 3 gerakan vertikal yaitu heaving, rolling, dan pitching pada gelombang reguler yang disajikan dalam grafik Response Amplitude Operator (RAO). Variasi sudut gelombang yang digunakan yaitu 0°,90°, dan 180° pada kecepatan dinas dan variasi kecepatan lainnya yang dimiliki kapal yang dimodelkan. Sedangkan variasi ketinggian gelombang significant dan periode gelombang yang digunakan yaitu berdasarkan data pelayaran dan rute pelayaran kapal sesuai dengan sea state. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan bantuan piranti lunak Maxsurf Motions Advance. Hasil yang dapat disimpulkan dalam tugas akhir ini yaitu berupa presentase operabilitas kapal berdasarkan kriteria seakeeping menurut Olson 1978 dimana 98,61% operable dan 1,39% downtime. Tingkat kenyamanan pada kapal penumpang diwakili oleh nilai Motion Sickness Incidence (MSI) yang dibandingkan dengan range nilai MSI yang telah diatur dan didapatkan nilai kurang dari 5 SM atau dalam kategori moderate. Selain itu juga dapat disimpulkan ketinggian gelombang operasional yang diizinkan dan aman untuk kapal berlayar pada perairan Pulau Jawa yaitu 3,54 meter.

Item Type: Tugas Akhir
Additional Information: No. Inventaris : 4134/DC-14/2018 Lokasi : 440
Uncontrolled Keywords: Seakeeping, Motion Sikcness Incidence (MSI), Operabilitas.
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Jurusan Teknik Bangunan Kapal > Teknik Perancangan dan Kontruksi Kapal
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 20 Jun 2019 02:54
Last Modified: 20 Jun 2019 02:54
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/1621

Actions (login required)

View Item View Item