PEMBUATAN DOCUMENT UNIQUE D’EVALUATION DES RISQUES PROFESSIONNELS (DUERP) BERDASARKAN RISK MATRIX INRS DI LABORATORIUM PERITOX (Studi Kasus: Universitas Picardie Jules Verne)

DYNAR HYLDAJUNE RIZKY, ANJANI (2015) PEMBUATAN DOCUMENT UNIQUE D’EVALUATION DES RISQUES PROFESSIONNELS (DUERP) BERDASARKAN RISK MATRIX INRS DI LABORATORIUM PERITOX (Studi Kasus: Universitas Picardie Jules Verne). Diploma thesis, POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Laboratorium Périnatalité et Toxicité (PériTox) adalah laboratorium yang memiliki aktivitas utama untuk menemukan dan mengevaluasi dampak dari zat beracun, agen biologi berbahaya serta gangguan fisik lingkungan agar dapat menemukan solusi alternatif untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan efeknya terhadap kesehatan manusia, terutama bayi yang baru lahir. Perpindahan lokasi laboratorium pada awal bulan September 2014 menyebabkan Document Unique D’Evaluation des Risques Professionnels (DUERP) di laboratorium ini sudah tidak berlaku dan harus diperbarui agar sesuai dengan situasi dan kondisi aktual. Dokumen ini berisi hasil identifikasi dan analisis potensi bahaya yang ada di setiap aktivitas yang dilakukan beserta langkah-langkah pengendaliannya sebagai suatu tindakan yang diambil oleh pemilik perusahaan untuk menjamin keselamatan dan melindungi kesehatan fisik dan mental para pekerjanya. Penelitian ini menggunakan risk matrix milik Institut National de Recherche et de Sécurité (INRS) yang mempertimbangkan 3 parameter sebagai identifikasi risiko, yaitu frekuensi paparan (F), tingkat keparahan risiko (G) dan alat pengendalian risiko yang terpasang (M) sehingga keluaran yang dihasilkan merupakan nilai risiko yang sesungguhnya atau nilai risiko murni. Potensi bahaya yang ada pada Laboratorium PériTox merupakan bahaya-bahaya yang berasal dari: (a) penggunaan peralatan penelitian, misalnya hilangnya sensor taktil pada tangan, luka gores dan tersengat listrik, (b) penggunaan bahan kimia berbahaya, seperti kebakaran, ledakan, iritasi pada mata dan kulit serta gangguan kese hatan lainnya, (c) ritme kerja yang menyebabkan musculoskeletal disorder, serta (d) penggunaan agen biologi berbahaya. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan risiko yang dilakukan, dapat diketahui bahwa potensi bahaya yang memiliki nilai tertinggi, dengan nilai akhir sebesar 10, merupakan potensi bahaya yang berasal dari penyimpanan bahan kimia yang tidak sesuai dengan prosedur penyimpanan, selain itu, terdapat 6 risiko berat lainnya yang memiliki nilai risiko akhir pada range 9 hingga 6. Untuk masing-masing potensi bahaya yang ditemukan, diberikan rekomendasi pengendalian risiko agar dapat mengurangi atau meminimalisir nilai risiko akhir sehingga nilai tersebut dapat ditoleransi, misalnya untuk potensi bahaya yang memiliki nilai akhir tertinggi, rekomendasi yang diberikan adalah pemisahan bahan-bahan kimia incompatible dengan memperhatikan prosedur penyimpanan yang ada. Kata kunci:Hazard identification, Laboratorium PériTox, Risk assessment, Risk matrix INRS ABSTRACT Laboratory Périnatalité et Toxicité (PériTox) is a laboratory which has the main activity to find and evaluate the impact of toxic substances, dangerous biological agents and physical disturbance environment in order to find the alternative solutions to reduce or even eliminate their effects on human health, especially for the newborns. Displacement laboratory location in early September 2014 led to a Document Unique D’Evaluation des Risques Professionnels (DUERP) in this lab is not valid, so that it must be updated in order to conform with the actual circumstances.. This document contains the identification and analysis of potential hazards that exist in every activity done in this laboratory and its risk control measures as well as an action taken by the o wners of the company to ensure safety and protecting physical and mental health of workers. This study uses a risk matrix belonging to Institut National de Recherche et de Sécurité (INRS) which considering three parameters as a step in identifying the risks, i.e. exposure frequency (F), severity of the risk (G) and risk control tool installed (M) so that the output of this methode is the pure risk value. The potential dangers that exist on the PériTox Laboratory are all of dangers which derive from: (a) the use of research tools, such as the loss of tactile sensors on the hand, laceration and electric shock, (b) the use of hazardous chemicals, such as fire, explosion, eye and skin irritation as well as other health problems, (c) working rhythm that causes musculoskeletal disorder, and (d) the use of dangerous biological agents. Based on the analysis and calculation of risk identified, it can be seen that the potential hazards who have the highest value, with a final value of 10, is a potential danger that comes from the storage of chemicals that are not in accordance with the procedures of storage, besides, there are 6 other serious risks has the final risk value in the range of 9 to 6. Recommendations for risk control is givenfor each potential hazard, this action aims to reduce or minimize final risk value so that, this value can be tolerated, for example, to potential hazards that have the highest final score, the recommendations given is the separation of incompatible chemicals with regard to the existing storage procedures. Keywords:Hazard identification, Laboratory PériTox, Risk assessment, Risk matrix INRS

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 27 Aug 2018 05:07
Last Modified: 27 Aug 2018 05:07
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/134

Actions (login required)

View Item View Item