ANALISA PENGARUH VARIASI SUHU PREHEAT DAN INTERPASS PADA SAMBUNGAN LAS GTAW MATERIAL SA-213 T22 TERHADAP NILAI KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO

AKBAR, ILHAM (2017) ANALISA PENGARUH VARIASI SUHU PREHEAT DAN INTERPASS PADA SAMBUNGAN LAS GTAW MATERIAL SA-213 T22 TERHADAP NILAI KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO. Diploma thesis, POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Pada PLTU terdapat material yang memiliki unsur paduan Cr-Mo dengan kegunaan yang berbeda-beda. Salah satunya yaitu material baja paduan rendah yang terdapat pada superheater boiler. Perlu di perhatikan juga seiring dengan fungsi dan kegunaan superheater sendiri sering mengalami pada saat proses pengelasan. Seringnya permasalahan yang timbul yaitu keretakan pada saat selesai pengelasan. Upaya yang dapat dilakukan adalah pemanasan awal dan menjaga suhu interpass. Penelitian ini bertujuan mempelajari pangaruh variasi suhu preheat dan interpass pada sambungan las GTAW pada material SA-213 T22 terhadap struktur mikro dan nilai kekerasan. Pada penelitian ini suhu preheat dan interpass yang digunakan yaitu 100 0 C, 150ºC dan 200ºC. Pengelasan akan dilakukan dengan proses pengelasan GTAW posisi 1G dan filler ER90S-B3. Base metal yang digunakan yaitu SA-213 T22 dengan diameter 1,5 inch dan tebal 6 mm. Untuk mengetahui pengaruh terhadap nilai kekerasan maka dilakukan uji hardness serta dilakukan uji ANOVA untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang terjadi. Selain itu dilakukan uji struktur mikro untuk mengetahui pengaruh preheat dan interpass yang terjadi terhadap sturktur mikro. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase pearlite paling tinggi pada daerah HAZ sebesar 59,7% dan pada daerah weld metal persentase pearlite paling tinggi sebesar 62.55%. Sedangkan hasil pengujian hardness menunjukkan semakin tinggi suhu preheat maka nilai kekerasannya semakin rendah. Dari pengujian ANOVA interpass tidak ada pengaruh signifikan pada daerah HAZ dan weld metal tetapi preheat berpengaruh signifikan pada daerah HAZ dan weld metal. Sedangkan pada base metal prehat dan interpass tidak ada pengaruh signifikan terhadap nilai hardness. Kata kunci : preheat, interpass, uji hardness, uji struktur mikro, uji ANOVA ABSTRACT On electric steam power plant (PLTU) construction there were materials with Cr-Mo alloy with their own usability. One of the uses is low alloy steel for superheated boiler. The common problem usually happen is the crack appears right after the welding process is done. The effort could be use is maintaining the Interpass temperature and preheat process. So this research means to know the influence of preheat and Interpass temperature variations on SA-213 T22 to hardness value and micro structure of material. The interpass temperature and preheat will be used on this research is 100 0 C, 150ºC and 200ºC. Welding process will be used is GTAW with 1G position and filler ER90S-B3. And base metal used is SA-213 T22 with 1.5 inch diameter and 6 mm thickness. The tests will be taken for the research are hardness test, micro structure test and analysis using ANOVA method to know the influence of the variations to the material. The result of the tests turn out that the highest pearlite percentage coming from HAZ area for about 59,7% and from weld metal area is about 62.55%. Meanwhile on hardness test is the higher preheat temperature, the lower the hardness value of material. From ANOVA test method turns out that there was no significant influence of interpass temperature to HAZ and weld metal area, but preheat temperature highly influence to the HAZ and weld metal area. Key Word : preheat, interpass, hardness test, micro structure test, ANOVA test

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Jurusan Teknik Bangunan Kapal > Teknik Pengelasan
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 05 Oct 2018 03:34
Last Modified: 05 Oct 2018 03:34
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/1309

Actions (login required)

View Item View Item