PROTOTYPE ALAT PENGERING PADI DENGAN SISTEM HYBRID HEATING BERBASIS MIKROKONTROLLER MENGGUNAKAN METODE FUZZY

Istiqomah, Fatihah (2017) PROTOTYPE ALAT PENGERING PADI DENGAN SISTEM HYBRID HEATING BERBASIS MIKROKONTROLLER MENGGUNAKAN METODE FUZZY. Diploma thesis, POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Hingga hari ini sebagian besar petani padi Jatirejo-Mojokerto hanya mengandalkan tenaga matahari untuk mengeringkan padi sehingga mereka hanya bergantung pada alam. Pada musim hujan para petani kesulitan untuk mengeringkan padi sehingga padi yang basah ditumbuhi oleh jamur. Para petani dengan perekonomian rendah juga tidak dapat berinvestasi mesin pengering padi otomatis dikarenakan harganya terlalu mahal. Pada proses tradisional pengeringan padi membutuhkan waktu hingga 3-7 hari untuk mencapai kadar air minimal dalam gabah. Kadar air minimal pada gabah kering siap giling memiliki standart kandungan air 14%. [1] Untuk mengatasi masalah tersebut didapatkan sebuah judul “prototype alat pengering padi dengan sistem hybrid heating berbasis mikrokontroller menggunakan metode fuzzy”. Pada penelitian pengering padi dengan energi hybrid heating ini disusun dari beberapa sensor yang akan memproses padi dari basah menjadi kering.Sistem hybrid heating pada system ini diartikan sebagai perpaduan dua energi yang digunakan untuk mengeringkan padi yaitu energi matahari dan pemanas elektrik. Sistem ini tersusun dari sensor LDR yang digunakan sebagai deteksi cahaya yang masuk pada ruangan yang akan mengaktifkan motor DC untuk membuka dan menutup atap. Sensor DHT11 mendeteksi suhu dan sensor SEN0014 mendeteksi kadar air pada gabah akan diproses oleh mikrokontroller menggunakan metode fuzzy yang menghasilkan keluaran berupa kecepatan blower. Pembacaan suhu ruangan dan kadar air gabah akan ditampilkan pada Human Machine Interface Visual Basic. Hasil dari tugas akhir ini adalah mampu membuat alat pengering padi dengan sistem hybrid. Pada alat pengering padi system hybrid heating memperlukan mampu mengeringkan padi basah menjadi kering dalam waktu 29 jam. Pada proses pengeringan dengan pengering padi system hybrid heating dari kadar air 34% menjadi 14% dibutuhkan proses pengeringan dengan suhu rata-rata 50 o C dan kecepatan aliran udara panas dari sumber pemanas menuju ruangan membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam. Kata kunci : Pengering padi, hybrid heating, mikrokontroller, Visual Basic, Metode fuzzy. ABSTRACT To this day most Jatirejo-Mojokerto rice farmers rely solely on solar energy to dry rice so that they depend only on nature. In the rainy season farmers find it difficult to dry rice so that wet rice is overgrown with fungi. Farmers with low economies also can not invest in automatic rice dryers because they are too expensive. In the traditional process of rice drying takes up to 3-7 days to reach a minimum water content in grain. Minimum moisture content in dry, ready-to-dry grain has a standard 14% water content. [1] To solve this problem we get a title "prototype of rice dryers with hybrid heating system based on microcontroller using fuzzy method". In the research of rice dryers with hybrid heating energy is composed of several sensors that will process the rice from wet to dry. Hybrid system heating in this system is defined as a combination of two energy used to dry rice that is solar energy and electric heating. This system is composed of LDR sensors that are used as incoming light detection in a room that will activate a DC motor to open and close the roof. DHT11 sensor detects temperature and sensors SEN0014 detects moisture content in grain will be processed by microcontroller using fuzzy method that produces output of blower speed. Room temperature and grain water readings will be displayed on Human Machine Interface Visual Basic. The result of this final project is able to make rice dryers with hybrid system. In the paddle drying system hybrid heating system needs to dry dry wet rice within 29 hours. In the drying process with the dryer the hybrid heating system from moisture content of 34% to 14% required drying process with an average temperature of 50oC and the speed of hot air flow from the heating source to the room takes approximately 2 hours. Keywords: Rice dryer, hybrid heating, microcontroller, Visual Basic, Fuzzy Method.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Jurusan Teknik Kelistrikan Kapal > Teknik Otomasi
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 22 Sep 2018 04:59
Last Modified: 22 Sep 2018 04:59
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/1212

Actions (login required)

View Item View Item