IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENENTUAN KEGIATAN PERAWATAN PADA TOWER CRANE 50T MENGGUNANAKAN METODE RCM II (STUDI KASUS PERUSAHAAN MANUFAKTUR KAPAL)

HARDIASTUTY, ANGGITA (2017) IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENENTUAN KEGIATAN PERAWATAN PADA TOWER CRANE 50T MENGGUNANAKAN METODE RCM II (STUDI KASUS PERUSAHAAN MANUFAKTUR KAPAL). Diploma thesis, POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Perusahaan manufaktur kapal bergerak dibidang perbaikan dan perancangan kapal dengan kegiatan utama pembangunan kapal. Dalam kegiatannya banyak plat yang digunakan dengan berat lebih dari 1000 kg dengan pengangkatan plat menggunakan tower crane. Dalam satu jam tower crane dapat mengangkat plat sebanyak 6 plat. Terjadinya gangguan pada tower crane dapat menghambat proses loading unloading plat, sehingga banyak kerugian yang didapat perusahaan jika hal itu terjadi. Oleh sebab itu perlu dilakukan kegiatan perawatan yang tepat agar tower crane dapat beroperasi dengan optimal. Untuk menentukan kegiatan perawatan yang tepat, penelitian ini menggunakan failure modes and effect analysis (FMEA). Untuk uji distribusi terhadap waktu antar kerusakan (TTF) dan waktu antar Perbaikan (TTR) dengan menggunakan software weibull ++6 yang kemudian datanya akan digunakan untuk menentukan interval perawatan dalam RCM II Decision Worksheet. Untuk pemulihan jadwal perawatan yang optimal menggunakan reliability centered maintenance (RCM II). Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa dari 16 equipment terdapat 35 failure mode yang dapat menyebabkan terjadinya functional failure pada tower crane. Pada penentuan kegiatan perawatan dengan RCM II didapatkan bahwa terdapat 5 failure mode yang dapat dicegah menggunakan scheduled restoration task dan 30 failure mode dapat dicegah menggunakan scheduled discard task. Kata Kunci : failure mode, FMEA, interval perawatan, RCM II, tower crane, weibull++6 ABSTRACT Ship Manufacturing company which enrolled in the maintenance and ship design with ship building as their main activity. In its activities there are many plates more than 1000 kg with lifting of the plate using tower cranes. Within one hour, tower crane can lift about 6 plate. The occurrence of disturbance in the tower crane can inhibit the loading unloading plate process, so there are many losses of the company if it happens. Therefore it is necessary to do the proper maintenance activities in order to make the tower cranes operate optimally. To determine the appropriate maintenance activity, this research used failure modes and effect analysis (FMEA). To determine time to failure (TTF) and time to repair (TTR), this research use weibull ++ 6 software, then the data will be used to determine the maintenance interval in RCM II Decision Worksheet. For recovery of optimal maintenance schedule using reliability centered maintenance (RCM II). Based on the results of this research, from 16 equipment there are 35 failure modes that can cause the occurrence of functional failure on the tower crane. In the determination of maintenance activity with RCM II it was found that there are 5 failure modes that can be prevented using scheduled restoration task and 30 failure modes can be prevented using scheduled discard task. Keywords: failure mode, FMEA, maintenance interval, RCM II, tower crane, weibull++6

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 21 Sep 2018 01:58
Last Modified: 21 Sep 2018 01:58
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/1057

Actions (login required)

View Item View Item